Kafir Partai


Sebagian besar pemain bola tak bisa loyal kepada klub. Uang, ambisi meraih trofi, atau lain-lain bisa menggoda seorang pemain untuk pindah klub.

“Saat kebanyakan tim tak menginginkanku, Juventus adalah satu-satunya tim yang mau menerimaku. Kini, saat banyak tim menginginkanku, aku akan bertahan di Juventus.” Continue reading Kafir Partai

Yang Fana Adalah Jokowi dan Prabowo; Perseturuan Kaum Jokower dan Umat Prabomania Abadi


Mamak Banteng—begitu mereka menyebut Bos PDIP—merestui Ahok berpasangan dengan Djarot. Kalau Mamak Banteng sudah begitu, “anak-anak banteng” yang kemarin bernyanyi dengan penuh semangat “Ahok pasti tumbang” itu bisa apa?! Yang pasti, anak-anak banteng itu akan menjilati ludah yang telah mereka buang sembarangan.

Restu Mamak bisa jadi akan diimplementasikan sebagai sikap dan keputusan partai. Jika PDIP secara resmi mendukung Ahok maka kemungkinan besar pilkada DKI hanya akan diikuti dua calon: Ahok dan Bukan-Ahok. (Meski jika dari Continue reading Yang Fana Adalah Jokowi dan Prabowo; Perseturuan Kaum Jokower dan Umat Prabomania Abadi

Ibunda Aisyah Merayakan Lebaran Sambil Berdendang


Kenapa “hari raya” disebut “al-‘Id”? Saya sarikan beberapa poin dari lema عود  di kitab kamus Lisan al-‘Arab  karya Ibnu al-Mandzur.

  • Innama al-‘id ma ‘ada ilaika min al-syauq wa al-maradh wa nahwihi. Al-‘id adalah kembalinya rasa rindu, atau sakit, atau sebagainya.
  • Al-‘id ma ya’tadu min naubin wa syquqin wa hammin wa nahwihi. Al-‘id adalah musibah, atau rasa rindu, atau penderitaan, atau sebagainya yang telah biasa datang.
  • Al-‘id ‘inda al-‘arab al-waqt alladzi ya’udu fihi al-farahu wa al-hazanu. Bagi orang Arab, al-‘id adalah istilah untuk menyebut waktu saat kebahagiaan atau kesedihan datang lagi.
  • Al-‘Id kullu yaumin fihi jam’un. Wa istiqaquhu min ‘ada-ya’udu. Ka annahum ‘adu ilaihi. Wa qila isytiqaquhu min al-‘adah, liannahum i’taduhu.“Hari raya” (al-‘id) adalah tiap-tiap hari ketika ada kumpul-kumpul. Akar kata al-‘id adalah ‘ada-ya’udu, yang berarti “perihal kembali”. Seakan memberikan makna “orang-orang akan kembali ke hari itu untuk berkumpul”. Ada yang mengatakan, akar kata al-‘id adalah al-‘adah, yang berarti “tradisi”, “kebiasaan”. Sebab, “masyarakat menjadikan hari itu sebagai tradisi”.
  • Sumiya al-‘id ‘idan liannahu ya’udu kulla sanatin bifarahin mujaddadin. Hari raya disebut al-‘idsebab ia selalu kembali setiap tahun dengan membawa kebahagiaan baru.

Continue reading Ibunda Aisyah Merayakan Lebaran Sambil Berdendang

Dunia Ibarat Perempuan atau Ibarat Cermin?


Ada ungkapan Arab yang jika ditulis teks Arabnya begini:

الدنيا كالمراة: ابتسم لها، تبتسم لك

Kata kedua ungkapan itu bisa dibaca al-mar’ah (ka al-mar’ah), bisa juga al-mir’ah (ka al-mir’ah).

Jika dibaca al-mar’ah (artinya “perempuan”), alif di kata itu diberi tanda baca begini: المرأة. Maka, arti pepatah itu: Dunia ibarat perempuan; tersenyumlah kepadanya, ia akan tersenyum kepadamu.

Jika dibaca al-mir’ah (artinya “cermin”), alif di kata itu diberi tanda baca begini: المرآة. Hamzah di situ dibaca panjang (dalam ilmu tajwid disebut Continue reading Dunia Ibarat Perempuan atau Ibarat Cermin?

Kisah Sepasang Merpati


Sepasang merpati mengumpulkan tangkai-tangkai dan biji-biji gandum, lalu menyimpannya di sarang mereka.

“Selama masih ada makanan lain yang bisa kita makan di luar sana, di gurun-gurun,” kata merpati jantan, “kita berjanji tidak akan memakan gandum-gandum ini, sebutir pun.”

“Kita memakan gandum-gandum ini hanya saat musim dingin tiba, itu pun jika kita tak bisa menemukan makanan lain di Continue reading Kisah Sepasang Merpati

Akidah dan Sunnatullah


Terkait musibah di Mina, sudah semestinya kita berempati, turut berbelasungkawa. Kita berharap yang terbaik untuk para korban di sisi Allah. Mereka tamu Allah yang Allah minta untuk tak pulang.

Dan semoga tak ada analisis jahiliah dan pernyataan syirik terkait musibah Mina ini, sebagaimana pada peristiwa crane ambruk yang memakan korban tak sedikit. Continue reading Akidah dan Sunnatullah