Lawan-Lawan Ahok


Jangan-jangan, sejak awal, PDIP memang sudah menjatuhkan pilihan kepada Ahok. PDIP tidak segera mengumumkan pilihannya itu hanya untuk memainkan keadaan. Dengan posisi tawar yang tinggi, PDIP leluasa saja menjalankan permainannya. Dan itu dilakukan dengan cukup baik. Membuat drama mekanisme penjaringan bakal calon gubernur, namun tak segera menentukan pilihan. Membiarkan dirinya seakan galau dan bimbang hingga membuat partai-partai lain kacau dan tak tenang. Memecah kesolidan Koalisi Kekeluargaan. Bikin partai-partai tidak Continue reading “Lawan-Lawan Ahok”

Prasangka


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

“Hai orang-orang beriman, jauhilah prasangka-prasangka. Sebab, sebagian prasangka itu dosa.” (Al-Hujurat: 12)

Apa maksud “sebagian prasangka itu dosa”?

Menurut Sufyan al-Tsauri—sebagaimana dinukil oleh Imam al-Baghawi dalam karyanya, Tafsir al-Baghawi (Ma’alim al-Tanzil)—ada dua prasangka atau dugaan: prasangka yang mengakibatkan dosa dan prasangka yang tak mengakibatkan dosa. Continue reading “Prasangka”

“Hukumullah” dan “Haur Uljanati”


hukumllah dan haur

Jika Anda belum tahu: “hukumullah” dan “haur uljanati” adalah dua kata bahasa Indonesia—sudah dimasukkan ke KBBI—yang merupakan serapan dari bahasa Arab. “Hukumullah” untuk arti “hukum Allah”, “hukum Tuhan”, dan “haur uljanati” untuk maksud “bidadari surga”. Continue reading ““Hukumullah” dan “Haur Uljanati””

Kafir Partai


Sebagian besar pemain bola tak bisa loyal kepada klub. Uang, ambisi meraih trofi, atau lain-lain bisa menggoda seorang pemain untuk pindah klub.

“Saat kebanyakan tim tak menginginkanku, Juventus adalah satu-satunya tim yang mau menerimaku. Kini, saat banyak tim menginginkanku, aku akan bertahan di Juventus.” Continue reading “Kafir Partai”

Yang Fana Adalah Jokowi dan Prabowo; Perseturuan Kaum Jokower dan Umat Prabomania Abadi


Mamak Banteng—begitu mereka menyebut Bos PDIP—merestui Ahok berpasangan dengan Djarot. Kalau Mamak Banteng sudah begitu, “anak-anak banteng” yang kemarin bernyanyi dengan penuh semangat “Ahok pasti tumbang” itu bisa apa?! Yang pasti, anak-anak banteng itu akan menjilati ludah yang telah mereka buang sembarangan.

Restu Mamak bisa jadi akan diimplementasikan sebagai sikap dan keputusan partai. Jika PDIP secara resmi mendukung Ahok maka kemungkinan besar pilkada DKI hanya akan diikuti dua calon: Ahok dan Bukan-Ahok. (Meski jika dari Continue reading “Yang Fana Adalah Jokowi dan Prabowo; Perseturuan Kaum Jokower dan Umat Prabomania Abadi”

Ibunda Aisyah Merayakan Lebaran Sambil Berdendang


Kenapa “hari raya” disebut “al-‘Id”? Saya sarikan beberapa poin dari lema عود  di kitab kamus Lisan al-‘Arab  karya Ibnu al-Mandzur.

  • Innama al-‘id ma ‘ada ilaika min al-syauq wa al-maradh wa nahwihi. Al-‘id adalah kembalinya rasa rindu, atau sakit, atau sebagainya.
  • Al-‘id ma ya’tadu min naubin wa syquqin wa hammin wa nahwihi. Al-‘id adalah musibah, atau rasa rindu, atau penderitaan, atau sebagainya yang telah biasa datang.
  • Al-‘id ‘inda al-‘arab al-waqt alladzi ya’udu fihi al-farahu wa al-hazanu. Bagi orang Arab, al-‘id adalah istilah untuk menyebut waktu saat kebahagiaan atau kesedihan datang lagi.
  • Al-‘Id kullu yaumin fihi jam’un. Wa istiqaquhu min ‘ada-ya’udu. Ka annahum ‘adu ilaihi. Wa qila isytiqaquhu min al-‘adah, liannahum i’taduhu.“Hari raya” (al-‘id) adalah tiap-tiap hari ketika ada kumpul-kumpul. Akar kata al-‘id adalah ‘ada-ya’udu, yang berarti “perihal kembali”. Seakan memberikan makna “orang-orang akan kembali ke hari itu untuk berkumpul”. Ada yang mengatakan, akar kata al-‘id adalah al-‘adah, yang berarti “tradisi”, “kebiasaan”. Sebab, “masyarakat menjadikan hari itu sebagai tradisi”.
  • Sumiya al-‘id ‘idan liannahu ya’udu kulla sanatin bifarahin mujaddadin. Hari raya disebut al-‘idsebab ia selalu kembali setiap tahun dengan membawa kebahagiaan baru.

Continue reading “Ibunda Aisyah Merayakan Lebaran Sambil Berdendang”