Cerita Ibnu al-Jauzi Tentang Sunni dan Syiah dan Cerita Gus Dur Tentang NU dan Muhammadiyah

13 October 2018 § Leave a comment


Saya segera teringat tulisan Gus Dur tentang “Tokoh Kiai Sukri” di buku Melawan Melalui Lelucon ketika saya sedang membaca fragmen di pengantar Kitab al-Maudlu’at tentang Ibnu al-Jauzi (w. 597 H) yang ditanya oleh seseorang mengenai siapa yang lebih utama antara Abu Bakar al-Shidiq dan Ali ibn Abi Thalib. Kala itu, kelompok Ahlussunnah dan Syiah di kota Baghdad sedang berseteru: Ahlussunnah menganggap Abu Bakar yang lebih utama; Syiah mengklaim Ali yang lebih utama. Orang-orang Baghdad lalu mengutus seseorang tersebut untuk bertanya kepada Ibnu al-Jauzi. Sebagai tokoh rujukan, jawaban dan tanggapan Ibnu al-Jauzi atas persoalan yang sedang viral itu jelas ditunggu-tunggu untuk jadi legitimasi.

Apa jawaban Ibnu al-Jauzi?

« Read the rest of this entry »

Advertisements

Vaksin Measle-Rubella Menurut Kaidah Fikhiyyah, Ushul Fikih, Akidah, dan Tasawuf

13 September 2018 § Leave a comment


MUI mengharamkan vaksin Measle-Rubella (MR), tapi membolehkan vaksinasi MR.

Lah gimana bisa gitu? Haram tapi boleh? Gimana maksudnya?

Iya. Sesuatu yang haram, dalam kondisi tertentu, boleh dikonsumsi tanpa ia kehilangan status haramnya. “Boleh” ya, bukan “halal”. “Boleh” tidak sama dengan “halal”.

Gimana sih?

« Read the rest of this entry »

Imam Syafii Senang Baca Shalawat Lebih-Lebih Saat Hari Jumat

3 August 2018 § Leave a comment


Dalam al-Umm, Imam Syafii mengatakan,

وأحب كثرة الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم في كل حال وأنا في يوم الجمعة وليلتها اشد استحبابا وأحب قراءة الكهف ليلة الجمعة ويومها لما جاء فيها.

“Aku senang membaca shalawat Nabi kapan pun. Lebih senang lagi membacanya saat hari Jumat. Siang dan malam. Aku juga senang membaca surah al-Kahf pada hari Jumat–karena ada dalilnya.” « Read the rest of this entry »

Arab Gundul Masih Mending; Yang Ini Arab Botak

5 April 2018 § Leave a comment


ataka bi'abdin

Bagaimana Anda membaca tulisan Arab botak di gambar itu?

Yang sudah baca, hampir dipastikan bacaannya adalah “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”. Ya kan? Oke.  « Read the rest of this entry »

Jangan Mendebatku

7 February 2018 § Leave a comment


“Jangan mendebatku tentang seseorang yang kulihat dengan hatiku dan kau melihatnya dengan matamu.”

لا تجادلني في شخص تراه بعينك وأراه بقلبي

*

“Kalau kau mau, kami bisa mendatangkan perempuan yang lebih cantik untukmu,” kata orang-orang. Tapi, Majnun bergeming. Baginya, tak ada yang mampu mengalihkan hatinya dari Laila. « Read the rest of this entry »

Omong-Kosong Cinta Berbahasa “Surga”

4 December 2017 § Leave a comment


لاخير في حياة يحياها المرء بغير قلب ولاخير في قلب يخفق بغير حب

Tak ada kebaikan dalam hidup yang seseorang jalani tanpa hati. Tak ada kebaikan dalam hati yang berdenyut tanpa cinta

*

الحب ليس معصية المعصية هي أن تتلاعب بمشاعر البعض تحت مسمى الحب

Cinta bukanlah dosa. Dosa adalah saat kau memainkan perasaan atas nama cinta

* « Read the rest of this entry »

Mengapa Orang-Orang HTI (ex) Memandang Nasionalisme dengan Tatapan Buruk?

10 November 2017 § 2 Comments


Melalui buku “The Arabs; A History” karya Eugene Rogan (segera terbit oleh Penerbit Serambi pada 2017 ini dengan judul “Dari Puncak Khilafah; Sejarah Arab-Islam Sejak Era Kejayaan Khilafah Utsmaniyah”) kita akan memahami latar sejarah nalar orang-orang HTI, para pengusung khilafah itu, yang memandang begitu buruk nasionalisme …. « Read the rest of this entry »

%d bloggers like this: