Vaksin Measle-Rubella Menurut Kaidah Fikhiyyah, Ushul Fikih, Akidah, dan Tasawuf

13 September 2018 § Leave a comment


MUI mengharamkan vaksin Measle-Rubella (MR), tapi membolehkan vaksinasi MR.

Lah gimana bisa gitu? Haram tapi boleh? Gimana maksudnya?

Iya. Sesuatu yang haram, dalam kondisi tertentu, boleh dikonsumsi tanpa ia kehilangan status haramnya. “Boleh” ya, bukan “halal”. “Boleh” tidak sama dengan “halal”.

Gimana sih?

« Read the rest of this entry »

Advertisements

Malaikat Sebagai Anekdot

2 May 2017 § Leave a comment


Dalam literatur klasik tasawuf, khususnya dalam fragmen cerita para nabi atau wali, kenapa malaikat-malaikat kadang digambarkan “sangat profan”, “biasa saja”, “sangat akrab”? Dalam hal ini, Munkar-Nakir dan Malakul Maut Izrail paling banyak menjadi bahan cerita.

Dalam Ihya Ulumiddin, Imam al-Ghazali mengutip kisah tentang Nabi Ibrahim didatangi Malakul Maut yang hendak mencabut nyawa sang Nabi. Tanggapan Nabi Ibrahim kepada malaikat pencabut nyawa itu?

« Read the rest of this entry »

Kefikih-fikihan dan Kesufi-sufian

10 November 2014 § Leave a comment


ahli fikih-sufi « Read the rest of this entry »

Tiga Cerita

12 February 2014 § Leave a comment


1/

Bertahun-tahun seorang sufi sangat ingin makan ikan. Sampai suatu ketika keinginan itu terkabul. Senang bukan main. Namun, saat mengambil ikan itu, ia kaget seraya mengaduh karena jarinya tertusuk duri ikan. « Read the rest of this entry »

Makrifat kepada Allah

5 September 2012 § 1 Comment


Seperti bumi yang berkenan didiami siapa saja, orang taat maupun pelaku maksiat; seperti awan yang meneduhi apa saja dan siapa saja; seperti hujan yang membasahi apa saja dan siapa saja, yang disukai maupun tak disukai.

Itulah seorang arif, orang yang makrifat kepada Allah.

(al-Risalah al-Qusyairiyyah, hal. 315)

Anjing Juga Demikian

9 July 2012 § Leave a comment


Ibrahim ibn Adham bertanya kepada Syaqiq al-Balkhi, “Kondisi seperti apa yang bisa kauceritakan kepadaku?”

Syaqiq al-Balkhi menjawab, “Kondisiku, jika ada rezeki, aku akan menikmatinya. Jika tidak ada, aku akan bersabar.”

“Anjing piaraan juga melakukan itu. Jika diberi makanan, dia akan makan. Jika tidak ada makanan, dia menunggu dengan « Read the rest of this entry »

Makna Zuhud

9 July 2012 § Leave a comment


Harun al-Rasyid memuji Fudhail ibn ‘Iyadh, “Betapa engkau orang yang sangat zuhud.”

“Engkau lebih zuhud ketimbang diriku,” kata Fudhail ibn ‘Iyadh.

“Aku bersikap zuhud karena harta yang kupunya tak lebih daripada seukuran sayap nyamuk,” Fudhail ibn ‘Iyadh melanjutkan. “Aku bersikap zuhud pada urusan dunia yang fana ini. Sedangkan engkau telah melampaui diriku. Engkau bersikap zuhud pada urusan akhirat yang abadi.”

“Orang yang mampu ber « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with tasawuf at Warung Nalar.

%d bloggers like this: