Sunah Semesta

16 December 2009 § Leave a comment


Air melepas diri dari hulu karena merindu memeluk sungai.
Sungai menempuh jalan panjang demi menuntas rindu memeluk laut.
Di langit, awan dan angin telah berpelukan.
Tiada sesiapa menghendaki sendiri yang sepi.
Demikianlah sunah semesta.
Kemarilah, Kekasih! Peluk aku!

Bunga-bunga,
dahan-dahan,
burung-burung,
dan udara terselubung selimut peluk.
Mentari memeluk bumi dengan sinarnya pada siang hari.
Berganti bulan; membelai dan mencium bumi dengan cahaya pada kelam hari.
Semua itu tampak lebih indah saat menjadi latar penghias sepasang kekasih yang menyatu dalam peluk.

———————————————
Oleh Percy Bysshe Shelley [1792 – 1822], penyair terkemuka Inggris. Diterjemahkan dari versi Bahasa Arab berjudul ‘Inaq¬†[Peluk] oleh Juman Rofarif.

Api

9 November 2009 § Leave a comment


Setitik api tumbuh berkobar memanggang kayu.
Kayu terpanggang, dilalap dilepeh menjadi abu,
menyisakan diam yang kusam dan suram:
ke mana api menjelma padam?

Kemang, 06.11.09

Dalam Perjalanan Siang

6 November 2009 § 1 Comment


Jika dalam perjalanan siang ini
engkau mencerca matahari sebab sengat teriknya,
setelah dalam perjalanan pagi
engkau terlena oleh pesona hangat sinarnya,
aku akan mengingatkanmu tentang sebuah malam
yang penuh rindu, saat aku mengingatkanmu tentang takrif cinta.

Ciputat, 01.11.09

Kuceritakan Padamu

6 November 2009 § 2 Comments


Aku memintamu bertahan dalam pelukan tubuhku yang merinding
oleh kelam mendung hitam dan gelegar ayunan halilintar:
akan kuceritakan padamu tentang sejuk hujan.

Aku memintamu bertahan dalam dekapan tubuhku
yang menggigil oleh dingin terpaan-hujan bertubi:
akan kuceritakan padamu tentang indah pelangi.

Kemang, 04.11.09

Sudah Kuingatkan!

30 October 2009 § 1 Comment


Sudah kuingatkan,
berpeganglah erat-erat.
Jangan biarkan dirimu jatuh, Hati!

Sungguh, berpeganglah erat-erat.
Bila jatuh, engkau mudah patah, Hati!

Berpeganglah erat-erat. Sungguh!
Jika patah, engkau akan sakit, Hati!

Sudah kuingatkan!
Sungguh, benar-benar sungguh
sudah kuingatkan.

Telah Kukirim

22 October 2009 § Leave a comment


Telah kukirim
sekadar nyala lilin untukmu,
pada kelam hari. Apakah kau sudah menjawab diamnya:

ke mana wajah cahayaku menghadap?

candle-main_Full

Aku dan Tuhan Bertaruh

21 October 2009 § Leave a comment


Aku dan Tuhan bertaruh:
siapakah yang lebih sibuk?

Dan, kemudian …

Tuhan memaparkan kesibukan-Nya,
“Aku sangat sibuk: menyangga langit dan menjaga bumi,
menggilir bulan dan matahari, mengingatkan manusia tentang pagi …
sampai-sampai Aku tak bisa tidur. Sekadar mengantuk pun tak sempat.”

Tiba-tiba aku sudah merasa menang.

Ingin Menjadi

18 October 2009 § Leave a comment


Malam menjadi sempurna karena kelam,
seperti siang menjadi sempurna karena terang.

Aku ingin menjadi kelam penyelimut malammu,
Seperti aku ingin kau menjadi terang pengiring siangku.

Tafsir-Togel Gempa

11 October 2009 § 1 Comment


Pada masanya yang paling awal, Al-Quran adalah tradisi lisan sampai kemudian dituliskan.

Pada masa awal penulisannya, ia hadir masih dalam rupa sangat bersahaja, hanya huruf-huruf tanpa tanda baca. Tak ada harakat, tak ada titik sehingga kau akan sulit membedakan mana ‘ba’ dan mana ‘ta’, mana ‘jim’ dan mana ‘kha’, mana ‘dal’ dan mana ‘dzal’, dan apalagi angka-angka penunjuk surah dan ayat, dan sebagainya, sampai datang masa yang menuntut semua itu ada.

Setelah Al-Quran sedemikian ramai meriah oleh tanda baca, sebagian manusia lalu lebih senang membaca angka-angka yang belaka tanda pemudah membaca ketimbang mendalami untaian ayat-ayat yang terbaca.

Ciputat, 11 Oktober 2009

Hari-hariku Adalah Definisi Rindu

11 October 2009 § 1 Comment


Sabtu, saat aku begitu terpasung rindu.
Ahad, aku harus ada di sisimu.
Senin, senantiasa ingat namamu.
Selasa, selalu ada rasa.
Rabu, rasaku begitu menggebu.
Kamis, ketika aku menangis ingat senyummu.
Jumat, jangan ulangi menangisku, aku tak tahan.

Aku benci Minggu.
Sebab Minggu, membuat inginku terbelenggu.

Kemang, 10 Oktober 2009

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with puisi at Warung Nalar.

<span>%d</span> bloggers like this: