Malaikat Sebagai Anekdot

2 May 2017 § Leave a comment


Dalam literatur klasik tasawuf, khususnya dalam fragmen cerita para nabi atau wali, kenapa malaikat-malaikat kadang digambarkan “sangat profan”, “biasa saja”, “sangat akrab”? Dalam hal ini, Munkar-Nakir dan Malakul Maut Izrail paling banyak menjadi bahan cerita.

Dalam Ihya Ulumiddin, Imam al-Ghazali mengutip kisah tentang Nabi Ibrahim didatangi Malakul Maut yang hendak mencabut nyawa sang Nabi. Tanggapan Nabi Ibrahim kepada malaikat pencabut nyawa itu?

« Read the rest of this entry »

Advertisements

Nabi Ibrahim dan Seorang Majusi

15 April 2014 § Leave a comment


Futuwwah adalah makam atau tingkatan yang mesti dilewati oleh seorang salik dalam menempuh jalan panjang spiritual. Makam ke-31 dari 49 makam-makam menurut  Abu al-Qasim al-Qusyairi sebagaimana dipaparkan dalam karyanya, al-Risalah al-Qusyairiyyah fi ‘Ilm al-Tashawwuf.

Beragam makna futuwwah. Di antaranya adalah “kau mengajak makan orang lain tanpa melihat ia orang kafir atau seorang wali”. Berbuat baik kepada siapa pun atau « Read the rest of this entry »

Nabi Ibrahim Didatangi Malaikat Maut

17 March 2014 § Leave a comment


Konon, saat malaikat maut hendak mencabut nyawa Nabi Ibrahim, sang Nabi berkata dengan nada menyangkal, “Apa kau pernah melihat seseorang yang membiarkan kekasihnya mati?!” « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with Nabi Ibrahim at Warung Nalar.

%d bloggers like this: