Aku dan Kekasihku

13 January 2010 § Leave a comment


Aku dan Kekasihku berjalan di bawah purnama yang satu.
Ia menatap pesona yang mengawang di puncak sempurna.
Matanya berbinar seterang langit malam.
Setiap pejam di kejap matanya adalah rindu.

Aku dan Kekasihku berjalan di bawah purnama yang satu.
Kungenggam tangannya seerat kelam menggenggam malam.
Mataku memindai jalan dan mensyukuri terang penunjuk langkah.
Setiap ayunan di langkah kakiku adalah puji.

Aku dan Kekasihku berjalan di bawah purnama yang satu,
di antara penghayatan, ditautkan genggaman tangan.

Kemang, 12 Januari 2010

Kopaja

28 May 2009 § Leave a comment


di P20, 
ada bahu yang saling sapa namun tanpa makna
ada mata yang saling pandang namun kosong 
ada senyum yang saling terlempar namun hambar 
ada kebersamaan di sana namun semu belaka 

bersama tapi soliter… 
ramai tapi sepi, sendiri…

seperti sendiri ragamu yang hanya menemaniku
sepi, tanpa jiwa…
mungkin kau tak sadar
dusta bisa hadir tanpa kausadari
karena kau tak pernah menyadari di luar dirimu

di 612,
cahaya itu tertahan jendela kaca 
lalu meresap memasuki ruangan ramai tapi hampa 
aku harus menutup hidung, mulut, dan mata
sebab cahaya yang telah dijamah kaca 
membuat titik-titik debu semakin nyata 
titik-titik debu liar, saling bertubruk, tak teratur, kacau, di mana-mana

haruskah kupecah saja kaca jendela?
atau kubiarkan saja dengan meninggalkan tulisan untuk dibaca
: maaf, tidak ada cahayamu yang kedua

Kemang, 28 Mei 2009

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with kekasih at Warung Nalar.

%d bloggers like this: