The Origin of “Walakin”

1 November 2017 § Leave a comment


walakin

“Walakin” telah dimasukkan ke KBBI. « Read the rest of this entry »

Advertisements

“Hukumullah” dan “Haur Uljanati”

30 August 2016 § 3 Comments


hukumllah dan haur

Jika Anda belum tahu: “hukumullah” dan “haur uljanati” adalah dua kata bahasa Indonesia—sudah dimasukkan ke KBBI—yang merupakan serapan dari bahasa Arab. “Hukumullah” untuk arti “hukum Allah”, “hukum Tuhan”, dan “haur uljanati” untuk maksud “bidadari surga”. « Read the rest of this entry »

Membuncah

31 January 2012 § 1 Comment


Jika Anda mencari “membuncah” di internet, di antara hasil yang Anda temukan adalah kata itu ada di contoh-contoh kalimat judul berita/artikel ini: “Pakai Maxi Dress, Payudara Vanessa ‘Membuncah’”, “Keharuan Membuncah saat ABK Costa Concordia Bertemu Keluarga”, “Fantasi Seks Bikin Gairah Membuncah”, “Hasrat Islam Membuncah, Mualaf Muda Hafal 2 Juz Al Qur’an”.

Dari contoh-contoh itu, saya menebak Anda akan memahami kata itu dengan semakna: menyembul; tumpah; tercurah; “meledak” … atau seperti apa Anda membuat padanannya. Intinya, sesuatu yang membuncah adalah sesuatu yang tak tertampung dan tertahan oleh wadah, sebab sesuatu itu telah penuh (atau « Read the rest of this entry »

Laik dan Layak

16 August 2011 § 1 Comment


Dua kata bahasa Indonesia yang mempunyai dua arti berbeda secara spesifik, yang merupakan serapan dari satu kata bahasa Arab adalah “laik” dan “layak”. Asal keduanya dalam bahasa Arab adalah lâ’iq” yang artinya “pantas”, “sesuai/cocok dengan”.

Dalam KBBI, “laik” (adjektiva) artinya “memenuhi persyaratan yg ditentukan atau yg harus ada; patut; pantas; layak” dengan penggunaan spesifik seperti dalam contoh: “laik jalan” (memenuhi persyaratan yg ditentukan serta aman untuk dikendarai di jalan [tt truk, bus, mobil, dsb]), “laik laut” (memenuhi persyaratan yg ditentukan serta aman untuk berlayar di laut [tt kapal penumpang dsb]), “laik pakai” (memenuhi persyaratan yg ditentukan serta aman untuk « Read the rest of this entry »

ilahi atau Ilahi (i kecil atau I BESAR)?

5 August 2011 § Leave a comment


Mengoreksi naskah dan menemukan kalimat: …  keduanya berjalan seiring, sejalan, dan serasi dalam jalinan Ilahi. 

Fokus ke “Ilahi” … KBBI sudah benar dengan memberi dua arti untuk kata itu (sesuai dengan arti dari bahasa aslinya, bahasa Arab): 1) “Tuhanku” (sebagai nomina), 2)  “mempunyai sifat-sifat Tuhan” (sebagai adverbia).

Dengan terlebih dahulu tahu ingin bermaksud menyatakan “ilahi” sebagai nomina atau adverbia, kita tahu dengan i kecil (ilahi) atau I BESAR (Ilahi) kita menuliskannya. “I” Besar (Ilahi) untuk nomina, artinya Tuhanku, Allahku. seperti dalam doa: Ilahi, anta maqsudi, waridaka mathlubi … Ilahi, Kaulah « Read the rest of this entry »

Asal-usul Ingkar-Mungkir

4 October 2010 § 3 Comments


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),

  1. “Ingkar” dan “mungkir” dikategorikan verba.
  2. “Ingkar” diartikan “tidak menepati”, “tidak mau”. Dan “mungkir” diartikan “tidak mengaku(i)”,”tidak setia”, “tidak menepati (janji)”.

Verba atau Nomina?

“Ingkar” dan “mungkir” berasal dari bahasa arab: “inkâr” dan “munkir“. keduanya disebut ism (nomina), dan bukan fi‘l (verba). (Dalam bahasaArab, verba dari keduaya “ankara” dan “yunkiru”).

Inkâr” dan “Munkir

Dalam ilmu sharaf (ilmu tentang turunan kata dalam tata bahasa Arab), “inkâr” adalah ism mashdar atau kata sumber atau kata dasar, dan“munkir” adalah ism fa’il atau “pelaku”, “orang yang … “. Dalam kamus Arab-Indonesia « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with KBBI at Warung Nalar.

%d bloggers like this: