Kutipan Tentang Ilmu

10 June 2015 § 7 Comments


1 « Read the rest of this entry »

Asal-usul Ingkar-Mungkir

4 October 2010 § 3 Comments


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),

  1. “Ingkar” dan “mungkir” dikategorikan verba.
  2. “Ingkar” diartikan “tidak menepati”, “tidak mau”. Dan “mungkir” diartikan “tidak mengaku(i)”,”tidak setia”, “tidak menepati (janji)”.

Verba atau Nomina?

“Ingkar” dan “mungkir” berasal dari bahasa arab: “inkâr” dan “munkir“. keduanya disebut ism (nomina), dan bukan fi‘l (verba). (Dalam bahasaArab, verba dari keduaya “ankara” dan “yunkiru”).

Inkâr” dan “Munkir

Dalam ilmu sharaf (ilmu tentang turunan kata dalam tata bahasa Arab), “inkâr” adalah ism mashdar atau kata sumber atau kata dasar, dan“munkir” adalah ism fa’il atau “pelaku”, “orang yang … “. Dalam kamus Arab-Indonesia « Read the rest of this entry »

Aku Bagimu (I)

13 January 2010 § 1 Comment


aku bagimu seumpama jarum penunjuk detik bagi jarum penunjuk jam.
kadangkala lancang berlari kencang menjauhimu.
kadangkala di belakang tertatih-tatih mendekatimu.
dan, pada sesekali yang sebentar segaris menunggal denganmu.

aku bagimu seperti yang engkau tahu:
tak pernah melepas diri dalam liputan waktumu.

ciputat, 19.12.09

Senyuman

16 December 2009 § 1 Comment


Wajah adalah jendela kamar.
Dan, senyuman adalah mentari pagi yang merasuk di sela-selanya.

Tawa riang adalah siang. Diam adalah kelam malam.
Dan, senyuman adalah cahaya pagi yang menautkan keduanya.

Wajah yang yang tak tersenyum
serupa kuncup bunga yang tak kunjung mekar: layu di ranting yang kering.

———————————————————————–
Dari tulisan lima baris berjudul Ibtisam (Senyumandi halaman ke-232 dari buku berjudul Kalimat Tun’isyu al-Hayah karya El Azrak. Diterjemahkan oleh Juman Rofarif.

Antologi Status [5]

21 October 2009 § 1 Comment


Status-status pilihan yang ditulis pada rentang 1- 20 Oktober 2009
————————————————————————–

Masa lalu menjadi romantika atau trauma, masa depan menjadi harapan atau ancaman, akan memengaruhi apakah masa kini kau bahagia atau menderita. [1 Oktober 2009/20:24 WIB]

Karena kasih sayang itu anugerah Tuhan serupa hujan tak bermata, membasahi apa saja di wajah bumi: lembah landai hijau oleh rerumputan atau pun bukit terjal bebatuan. Dimangsa masa, kini, hijaumu tinggal sisa. Dan sebab anugerah kasih sayang, kekasih akan tetap di sisi. [2 Oktober 2009/19:55 WIB]

Sebagaimana buah kerja mereka: kekayaan dan popularitas, buah hati mereka: putra dan putri, pun bahkan tak dapat menyelamatkan dan menyatukan tenunan cinta mereka yang terurai. Entah bagaimana mereka berdua merajutnya, dulu. [3 Oktober 2009/14:53 WIB] « Read the rest of this entry »

Melamar Kekasih

27 August 2009 § Leave a comment


Aku malu
menemui Tuhan sendirian.
Pula, Ia terlampau jauh bagiku.
Dan, aku terlalu lemah
untuk berjalan jauh menuju-Nya.
Aku butuh pendampingan
seseorang yang mampu mengantarkanku
mendekat kepada-Nya.

Maukah kau menikah denganku, Kekasih?

Mei 2009

Sesederhana Itu Kasihku

18 August 2009 § Leave a comment


Kasihku itu bumi,
tempat berpijak siapa saja,
para pendosa dan orang mulia.

Kasihku itu hujan,
airnya membasahi apa saja,
sepetak sawah petani miskin dan mawar merah di halaman rumah mewah.

Sesederhana itu kasihku bekerja, untuk kauketahui.

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with kalimat at Warung Nalar.

%d bloggers like this: