Amalan Anti-Galau dari Rasulullah

7 February 2013 § 4 Comments


Suatu hari Rasulullah ke masjid dan melihat Abu Umamah, seorang lelaki Anshar, sedang duduk termenung.

“Abu Umamah,” Rasulullah menyapa, “aku tidak pernah melihatmu duduk-duduk di masjid di luar waktu shalat.” Rasul mungkin penasaran melihat Abu Umamah seperti tak biasa.

Abu Umamah menjawab, “Aku sedang gundah. Aku sedang dililit utang.”

Kita bayangkan Abu Umamah berkata dengan wajah datar, sementara Rasulullah tersenyum.

“Kaumau kuajari doa agar Allah « Read the rest of this entry »

Rasulullah Khilaf

28 December 2012 § Leave a comment


Suatu ketika, Rasulullah berjanji akan menjawab pertanyaan tentang kisah Ashab al-Kahf. “Besok pagi aku akan menjawab pertanyaan kalian itu.” Rasulullah yakin, sebelum matahari esok pagi bersinar, Allah akan menurunkan wahyu tentang kisah tersebut.

Namun, tepat saat Rasulullah harus memenuhi janji, wahyu yang dinantikan ternyata tak kunjung turun, juga pada hari berikutnya, bahkan ketika hari telah berlalu satu pekan dari waktu yang dijanjikan. Kondisi itu membuat Rasulullah gelisah. Orang-orang mulai menyudutkannya: Muhammad tak bisa menepati janji! Muhammad pembohong!

Akhirnya, Allah menurunkan « Read the rest of this entry »

Kiamat

21 December 2012 § Leave a comment


Ada 20 lebih nama untuk Hari Kiamat dalam Al-Quran.  Di antaranya adalah al-Qari’ah, Yaum al-Din, dan Al-Hâqqah. Saya sengaja menyebut tiga nama itu untuk beberapa alasan.

Al-Qari’ah. Ma al-Qari’ah? Wa ma adraka ma al-Qariah? Hari Kiamat. Apakah Hari Kiamat itu? Tahukah kamu apa Hari Kiamat itu?  (al-Qariah: 1-3).

Wa ma adraka Yaum al-Din? Tsumma ma adraka ma Yaum al-Din? Tahukah kamu apa Hari Kiamat itu? Sekali lagi, « Read the rest of this entry »

Kalih Kalimatalla

14 November 2012 § Leave a comment


Saya menamai anak laki-laki saya Kalih Kalimatalla.

“Kalih” artinya “dua”. Dari krama inggil atau bahasa Jawa halus. Sederhana saja, nama ini sebagai penanda bahwa si pemilik nama adalah anak kedua.

Sedangkan “Kalimatalla” terinspirasi ayat Al-Quran.

إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ

Al-Masih, Isa putra Maryam itu,  adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang Ia sampaikan kepada Maryam … (al-Nisa: 171).

إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (fir-man) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (Alu Imran: 45).

Maryam sempat bertanya bagaimana dirinya bisa memiliki anak sementara ia tak punya suami atau pernah berhubungan dengan lelaki. Jangankan berhubungan, disentuh oleh lelaki yang bukan mahramnya pun tidak pernah.

قَالَتْ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ وَلَدٌ وَّلَمْ يَمْسَسْنِيْ بَشَرٌ ۗ قَالَ كَذٰلِكِ اللّٰهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۗاِذَا قَضٰٓى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

Dia (Maryam) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?” Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (Alu Imran: 47).

Kata “Kun! Fayakun” tidak berarti bahwa jika Allah menghendaki sesuatu maka Dia akan berkata demikian. Tidak juga berarti bahwa kemudian sesuatu itu pun terwujud begitu saja tanpa proses.  Kata itu semata sebagai gambaran bahwa jika Allah menghendaki sesuatu maka tak ada yang mampu menghalangi sesuatu itu terwujud, hanya saja prosesnya bisa dalam waktu yang lama atau sebentar. Itu yang kita sebut sunatullah. Begitu juga dengan Nabi Isa. Ia terlahir melalui proses kehamilan yang mungkin dibarengi mual-mual (dan berbagai gejala lain kehamilan) pada sang ibu, juga melalui proses persalinan yang tentu menyakitkan, sehingga digambarkan Maryam merasa lebih baik mati saja daripada merasakan sakitnya persalinan.

Jika demikian, bagaimana menjelaskan “Kun! Fayakun” itu pada kehamilan Maryam yang tanpa proses sebagaimana normalnya? Penjelasan apa lagi untuk seorang perempuan yang hamil berdasarkan kalimat kabar gembira dari Allah melalui Jibril selain sebagai mukjizat kenabian.

Dari situlah Nabi Isa mendapat sebutan “Kalimatullah” atau “Kalimat Allah”. Dari situ pula saya terinspirasi menamai  anak kedua, berharap berkah kepada Allah dengan tawasul Kitabullah. Juga berharap semoga si anak menjadi kabar gembira bagi siapa pun dan di mana pun.

* * *

Salah seorang teman tak mencantumkan nama lahir di akun Facebook-nya dan membuat nama baru. Dia bilang namanya yang dari bahasa Arab terlalu norak, meski maknanya sungguh bagus. Teman lain yang namanya terdengar estetis tak tahu arti namanya itu. Pokoknya itu yang orangtua beri, katanya.

Benar, setiap anak yang lahir tak memilih namanya sendiri. Orangtua tak pernah melibatkan anaknya dalam pemberian nama, sebab itu tidak mungkin. Karenanya barangkali setiap orangtua perlu mempertimbangkan aspek makna dan estetika sebuah nama untuk calon anaknya. Sebab, sama sekali tak salah jika seseorang berpikir andai saat bayi ia bisa menentukan namanya sendiri.

 ***

Anakku,—entah pada usiamu yang keberapa kamu membaca ini—namamu Kalih Kalimatalla dan inilah penjelasannya.

Kemang, 14 November 2012 M/1 Muharram 1434 H (saat Kalih tepat berusia satu bulan)

 

Mimpi Bertemu Nabi

14 August 2012 § 35 Comments


Orang yang melihatku dalam mimpi sesungguhnya benar-benar telah melihatku. Sebab, setan tak mampu menyerupaiku.  Demikian sabda populer Nabi  yang diriwayatkan oleh para imam hadis, di antaranya Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah.  Jika yang bermimpi melihat Nabi adalah para sahabat maka dipastikan mereka benar-benar melihat Nabi. Mereka hidup sezaman dengan Nabi dan tentu saja mengenali betul ciri-ciri fisik Nabi. Begitu juga mungkin dengan tabiin, generasi yang hidup semasa dengan sahabat tapi tak sempat melihat Nabi. Mimpi mereka bisa diverifikasikan kepada para sahabat. Yang sulit diverifikasi adalah jika yang bermimpi itu generasi setelah tabiin, generasi sesudahnya, generasi berikutnya, terus, terus, terus sampai generasi kita, generasi sesudah kita, terus, dan seterusnya. Generasi yang tak punya referensi empiris tentang sosok Nabi.

Satu-satunya referensi tentang sosok Nabi bagi generasi tersebut adalah riwayat-riwayat yang mendeskripsikannya. Dalam beberapa riw « Read the rest of this entry »

Amal Apakah yang Paling Utama?

16 July 2012 § Leave a comment


Abdullah ibn Mas’ud bertanya kepada Rasulullah tentang amal yang paling utama. “Mengerjakan shalat pada awal waktu,” jawab Rasulullah. “Apa lagi?” tanya Ibn Mas’ud kembali. “Berbakti kepada orangtua,” jawab Rasulullah. “Lalu, apa?” Ibn Mas’ud bertanya lagi. Rasulullah menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ibn Mas’ud mengatakan, seandainya ia bertanya lagi, niscaya Rasulullah juga akan menjawab (HR. Bukhari).

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah pernah ditanya tentang amal yang paling utama. Rasulullah menjawab, “Iman kepada Allah,” (HR. Muslim).

Abu Qatadah mengatakan, ia pernah mendengar Rasulullah menyebutkan bahwa « Read the rest of this entry »

Berdamai dengan Takdir

6 July 2012 § Leave a comment


GambarTuhan tak memberi apa yang manusia inginkan; Ia memberi apa yang mereka butuhkan ….

Barangkali kita pernah mendengar ujaran demikian.Adamakna tersirat disana: Tuhan selalu memberi yang terbaik untuk manusia, sementara manusia selalu tak mampu sepenuhnya memahami bahwa apa yang mereka anggap baik tak selalu baik menurut Tuhan; apa yang mereka anggap buruk, bisa jadi baik menurut-Nya.

Memahami secara pintar dan benar nilai setiap hal yang berlaku atas diri kita. Itulah seruan yang « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with Juman Rofarif at Warung Nalar.

%d bloggers like this: