Senang di Dunia, Senang di Akhirat; Ma‘ruf al-Karkhi yang Bijaksana

16 June 2010 § 2 Comments


Hampir setiap malam, di teras rumah yang berada di depan rumah saya—maksud saya: rumah kontrakan saya—di daerah pinggiran Jakarta, beberapa pemuda selalu menghabiskan waktu selama beberapa jam untuk bersenang-senang: menikmati lintingan ganja. Duduk melingkar sambil membicarakan apa saja. Wajah-wajah mereka kusam. Mata di wajah mereka merah. Suara-suara mereka terdengar berat khas orang mabuk. Terkadang tertawa terbahak-bahak. Kencang. Dalam kondisi seperti itu tentu saja mereka tidak bisa diharapkan untuk memahami suasana. Justru kami—saya dan beberapa penghuni kontrakan lain, para pendatang—seolah-olah yang diharuskan memahami kesenangan para « Read the rest of this entry »

Apa Salah, Hidup

17 July 2009 § 3 Comments


jika hidup mesti diakhiri
dengan jalan pintas bom,
barangkali pelakunya melihat,
hidup ini tak lebih baik
daripada bangkai anjing,
seraya berpikir, kehidupannya
di dunia-sana lebih baik
daripada dunianya saat ini.
lalu, ia ingin segera ke dunia-sana itu,
secepatnya!

enam jam setelah pemboman JW Marriott & Ritz Carlton, 17 Juli 2009

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with jakarta at Warung Nalar.

%d bloggers like this: