Sepasang Sandal dan Sepenggal Kisah Musa

18 November 2011 § 1 Comment


Aku pernah berduka sebab tak memiliki sepatu, sampai pada suatu ketika aku berjumpa dengan orang yang tak memiliki kaki. (Filsuf China)

Sebagaimana dari kekasih, belenggu rindu, cucuran hujan, rerintik gerimis, butir-butir pasir, pesona purnama, gulita mendung, kelam malam, senja … Anda bisa berpikir tentang hal paling romantis dari sepasang sandal: sandal adalah simbol kesetiaan cinta. Sebelah sandal yang musnah menjadikan sebelah yang lain tak berarti sama sekali, betapa pun ia masih bagus dan kuat. Jiwa rapuh dalam diri yang tangguh.

Sebab itulah sepasang sandal itu masih di sisi. Saya jadi melankolis pada benda mati itu, justru saat ia tak lagi berguna. Padahal, mungkin saja, jika sepasang alas kaki itu bisa berucap, ia akan berkata kepada saya, “Fungsiku usai. Saatnya kembali melebur « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with filsuf china at Warung Nalar.

%d bloggers like this: