Antologi Status [8]

31 March 2010 § Leave a comment


Status-status pilihan yang ditulis pada rentang 6 Desember 2009 – 15 Februari 2009.


Kau pergi dari kekasihmu untuk sementara waktu. Satu hal kau tinggalkan dan satu hal lain kau bawa, untuk kekasihmu. Masing-masing adalah ciuman dan kepercayaan. [06 Desember 2009/00:40 WIB]

Matahari telah berkandang, memberi kesempatan pada kelam bertandang menghiasi hamparan langit malam yang … tak sunyi dan tak tenang. Ah, waktu yang tak pernah mengalah pada rindu. [10 Desember 2009/17:44 WIB]

Memungut satu-satu rindu yang terserak di antara detak-detak detik waktu. Kukumpulkan dan kujalin melingkar tasbih. Lalu, pada pertemuan nanti saat tahun menguliti dirinya, akan kukalungkan di lehermu yang sinar mentari dan cahaya bulan pun tak pernah menyentuhnya. [14 Desember 2009/17:15 WIB] « Read the rest of this entry »

Antologi Status [7]

16 December 2009 § Leave a comment


Niscaya. Ada yang hilang, ada yang datang. Yang hilang, memberi hikmah. Yang datang, membawa berkah. Semoga. [6 November 2009/ 07:58 WIB]

Lakukanlah sesuatu yang mampu dikerjakan menurut ukuran diri sendiri, bukan berdasar ukuran orang lain. Sebab, jika orang itu di atas maka kita cenderung akan memaksakan diri. Jika orang itu di bawah maka kita cenderung akan membanggakan diri. [6 November 2009/13:54 WIB]

Seperti semangat berapi-api, sementara sekadar nyala lilin pengetahuan yang dimiliki. [7 November 2009/18:19 WIB]

Aku adalah air mata. Menitik pada suka dan duka hatimu. [7 November 2009/23:20 WIB] « Read the rest of this entry »

Antologi Status [5]

21 October 2009 § 1 Comment


Status-status pilihan yang ditulis pada rentang 1- 20 Oktober 2009
————————————————————————–

Masa lalu menjadi romantika atau trauma, masa depan menjadi harapan atau ancaman, akan memengaruhi apakah masa kini kau bahagia atau menderita. [1 Oktober 2009/20:24 WIB]

Karena kasih sayang itu anugerah Tuhan serupa hujan tak bermata, membasahi apa saja di wajah bumi: lembah landai hijau oleh rerumputan atau pun bukit terjal bebatuan. Dimangsa masa, kini, hijaumu tinggal sisa. Dan sebab anugerah kasih sayang, kekasih akan tetap di sisi. [2 Oktober 2009/19:55 WIB]

Sebagaimana buah kerja mereka: kekayaan dan popularitas, buah hati mereka: putra dan putri, pun bahkan tak dapat menyelamatkan dan menyatukan tenunan cinta mereka yang terurai. Entah bagaimana mereka berdua merajutnya, dulu. [3 Oktober 2009/14:53 WIB] « Read the rest of this entry »

Antologi Status [4]

6 October 2009 § 1 Comment


Status-status facebook pilihan yang ditulis dalam rentang 16 Sepetember – 1 Oktober 2009
——————————————————————————————

“Sebentar. Maaf, sebentar.”
“Ada apa, Mas?”
“Ada yang tertinggal.”
“Apa itu?”
“Jejak pesonamu di hatiku.” [22 September 2009/18:30]

Bila kau menghilang, kepada kau lain aku mengharap datang. Namun, jika Gusti hilang dari hati, kepada siapa aku mengharap pengganti? [21 September 2009/17:30 WIB]

“Abahmu punya cangkul?”
“Cangkul, Mas?!”
“Iya, cangkul. Kalau punya, aku mau pinjam.”
“Tak tahu aku, Mas. Tapi, buat apa, malam-malam seperti ini minta cangkul?”
“O, tidak buat apa-apa. Aku cuma mau menggali. Sebab, sepertinya ada cinta terpendam dalam hatiku.” [26 September 2009/20:26 WIB] « Read the rest of this entry »

Antologi Status [3]

6 October 2009 § 1 Comment


Di bawah ini adalah status-status facebook pilihan yang ditulis dalam rentang 16 Juli – 16 September 2009. Selamat menikmati dengan hati …
——————————————————————————————–

Ketahuilah, kawan, tentu ada orang yang selalu mengikuti statusmu meski tanpa memberi jempol atau serangkai kata. Sebab, ia lebih senang berkomentar dengan rasa, tawa, atau bahkan air mata. [20 Agustus 2009/15:34 WIB]

Bukankah wajahku yang rupawan ini terkadang membuat bosan kaupandang, sebagaimana aku pun terkadang bosan menatap wajahmu yang menawan itu? Jadi, sepertinya cukup berkata-kata dengan baik, kau mengenalku dan aku mengenalmu, di sini. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with facebook at Warung Nalar.

%d bloggers like this: