Dunia Ibarat Perempuan atau Ibarat Cermin?

25 February 2016 § 1 Comment


Ada ungkapan Arab yang jika ditulis teks Arabnya begini:

الدنيا كالمراة: ابتسم لها، تبتسم لك

Kata kedua ungkapan itu bisa dibaca al-mar’ah (ka al-mar’ah), bisa juga al-mir’ah (ka al-mir’ah).

Jika dibaca al-mar’ah (artinya “perempuan”), alif di kata itu diberi tanda baca begini: المرأة. Maka, arti pepatah itu: Dunia ibarat perempuan; tersenyumlah kepadanya, ia akan tersenyum kepadamu.

Jika dibaca al-mir’ah (artinya “cermin”), alif di kata itu diberi tanda baca begini: المرآة. Hamzah di situ dibaca panjang (dalam ilmu tajwid disebut « Read the rest of this entry »

Advertisements

Kuliah Bahasa Bulan Puasa: Kenapa Hari Raya Disebut “al-‘Id”

14 July 2015 § Leave a comment


Kenapa “hari raya” disebut “al-‘Id”? Saya sarikan beberapa poin dari lema عود  di kitab kamus Lisan al-‘Arab  karya Ibnu al-Mandzur.

  1. Innama al-‘id ma ‘ada ilaika min al-syauq wa al-maradh wa nahwihi. Al-‘id adalah kembalinya rasa rindu, atau sakit, atau sebagainya.

« Read the rest of this entry »

Kuliah Bahasa Bulan Puasa: Persamaan dan Perbedaan “Shaum” dan “Shiyam”

9 July 2015 § 2 Comments


“Shaum” dan shiyam” adalah bentuk mashdar dari kata shamayashumu. Keduanya sama-sama disebut dalam Al-Quran. “Shaum” disebutkan sekali, yaitu dalam surah Maryam ayat ke-26:

فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

« Read the rest of this entry »

Membuncah

31 January 2012 § 1 Comment


Jika Anda mencari “membuncah” di internet, di antara hasil yang Anda temukan adalah kata itu ada di contoh-contoh kalimat judul berita/artikel ini: “Pakai Maxi Dress, Payudara Vanessa ‘Membuncah’”, “Keharuan Membuncah saat ABK Costa Concordia Bertemu Keluarga”, “Fantasi Seks Bikin Gairah Membuncah”, “Hasrat Islam Membuncah, Mualaf Muda Hafal 2 Juz Al Qur’an”.

Dari contoh-contoh itu, saya menebak Anda akan memahami kata itu dengan semakna: menyembul; tumpah; tercurah; “meledak” … atau seperti apa Anda membuat padanannya. Intinya, sesuatu yang membuncah adalah sesuatu yang tak tertampung dan tertahan oleh wadah, sebab sesuatu itu telah penuh (atau « Read the rest of this entry »

ilahi atau Ilahi (i kecil atau I BESAR)?

5 August 2011 § Leave a comment


Mengoreksi naskah dan menemukan kalimat: …  keduanya berjalan seiring, sejalan, dan serasi dalam jalinan Ilahi. 

Fokus ke “Ilahi” … KBBI sudah benar dengan memberi dua arti untuk kata itu (sesuai dengan arti dari bahasa aslinya, bahasa Arab): 1) “Tuhanku” (sebagai nomina), 2)  “mempunyai sifat-sifat Tuhan” (sebagai adverbia).

Dengan terlebih dahulu tahu ingin bermaksud menyatakan “ilahi” sebagai nomina atau adverbia, kita tahu dengan i kecil (ilahi) atau I BESAR (Ilahi) kita menuliskannya. “I” Besar (Ilahi) untuk nomina, artinya Tuhanku, Allahku. seperti dalam doa: Ilahi, anta maqsudi, waridaka mathlubi … Ilahi, Kaulah « Read the rest of this entry »

Al-Ikhlash

14 May 2009 § Leave a comment


huwa allah ahad?
huwa allah ahad?!
huwa allah ahad!

qul, “alhamdulillah”

ciputat, 8 Mei 2009

Koma Dalam Rangkaian Kalimat

19 February 2009 § 1 Comment


hanya sementara di udik
untuk kemudian ke ciputat lagi berbalik

pada yang sementara itu,
rindu kepada ciputat akan mencabik
tak peduli itu ciputat yang mulai terik
yang musim hujan terlihat beranjak balik

pada yang sementara itu,
proses kreatif tak terhenti oleh titik
hanya koma yang merunduk bijak dan bajik
menyadarkan ada saatnya diam itu baik

pada yang sementara itu,
mungkin takkan lahir kalimat dan kata apik
tapi aku yakin, koma akan tetap bajik
tak semena memutus langkah seorang salik
koma tetap bukan titik

dan yang sementara itu bermula saat kamis sore ini menilik
kamis sore yang saksikan aku tinggalkan ciputat untuk mudik

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with bahasa at Warung Nalar.

%d bloggers like this: