Arti “Idul Fitri” Bukan “Kembali ke Fitrah”

21 May 2020 § Leave a comment


Cukup sering kita dengar orang mengatakan “Idul Fitri” artinya “kembali ke fitrah”, “kembali suci”, “kembali bersih”, atau makna lain yang serupa.

Tapi, tepatkah arti itu?

Memang, apa sebenarnya arti kata “idul fitri”?

« Read the rest of this entry »

Ibunda Aisyah Merayakan Lebaran Sambil Berdendang

1 July 2016 § Leave a comment


Kenapa “hari raya” disebut “al-‘Id”? Saya sarikan beberapa poin dari lema عود  di kitab kamus Lisan al-‘Arab  karya Ibnu al-Mandzur.

  • Innama al-‘id ma ‘ada ilaika min al-syauq wa al-maradh wa nahwihi. Al-‘id adalah kembalinya rasa rindu, atau sakit, atau sebagainya.
  • Al-‘id ma ya’tadu min naubin wa syquqin wa hammin wa nahwihi. Al-‘id adalah musibah, atau rasa rindu, atau penderitaan, atau sebagainya yang telah biasa datang.
  • Al-‘id ‘inda al-‘arab al-waqt alladzi ya’udu fihi al-farahu wa al-hazanu. Bagi orang Arab, al-‘id adalah istilah untuk menyebut waktu saat kebahagiaan atau kesedihan datang lagi.
  • Al-‘Id kullu yaumin fihi jam’un. Wa istiqaquhu min ‘ada-ya’udu. Ka annahum ‘adu ilaihi. Wa qila isytiqaquhu min al-‘adah, liannahum i’taduhu.“Hari raya” (al-‘id) adalah tiap-tiap hari ketika ada kumpul-kumpul. Akar kata al-‘id adalah ‘ada-ya’udu, yang berarti “perihal kembali”. Seakan memberikan makna “orang-orang akan kembali ke hari itu untuk berkumpul”. Ada yang mengatakan, akar kata al-‘id adalah al-‘adah, yang berarti “tradisi”, “kebiasaan”. Sebab, “masyarakat menjadikan hari itu sebagai tradisi”.
  • Sumiya al-‘id ‘idan liannahu ya’udu kulla sanatin bifarahin mujaddadin. Hari raya disebut al-‘idsebab ia selalu kembali setiap tahun dengan membawa kebahagiaan baru.

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with arti idul fitri at Warung Nalar.

%d bloggers like this: