Imam Syafii Senang Baca Shalawat Lebih-Lebih Saat Hari Jumat

3 August 2018 § Leave a comment


Dalam al-Umm, Imam Syafii mengatakan,

وأحب كثرة الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم في كل حال وأنا في يوم الجمعة وليلتها اشد استحبابا وأحب قراءة الكهف ليلة الجمعة ويومها لما جاء فيها.

“Aku senang membaca shalawat Nabi kapan pun. Lebih senang lagi membacanya saat hari Jumat. Siang dan malam. Aku juga senang membaca surah al-Kahf pada hari Jumat–karena ada dalilnya.” « Read the rest of this entry »

Advertisements

Tafsir-Togel Gempa

11 October 2009 § 1 Comment


Pada masanya yang paling awal, Al-Quran adalah tradisi lisan sampai kemudian dituliskan.

Pada masa awal penulisannya, ia hadir masih dalam rupa sangat bersahaja, hanya huruf-huruf tanpa tanda baca. Tak ada harakat, tak ada titik sehingga kau akan sulit membedakan mana ‘ba’ dan mana ‘ta’, mana ‘jim’ dan mana ‘kha’, mana ‘dal’ dan mana ‘dzal’, dan apalagi angka-angka penunjuk surah dan ayat, dan sebagainya, sampai datang masa yang menuntut semua itu ada.

Setelah Al-Quran sedemikian ramai meriah oleh tanda baca, sebagian manusia lalu lebih senang membaca angka-angka yang belaka tanda pemudah membaca ketimbang mendalami untaian ayat-ayat yang terbaca.

Ciputat, 11 Oktober 2009

Al-Insyirah

2 September 2009 § 1 Comment


Bukankah sudah kulapangkan dadamu,
kuturunkan beban berat di pundakmu,
dan kumuliakan namamu?!

Sungguh, bersama kesulitan selalu ada kemudahan!
Bersama kesulitan benar-benar selalu ada kemudahan!

Maka, jika telah selesai dengan sebuah karya,
bersiaplah dengan karya selanjutnya.

Dan,
semata kepada Tuhanmu,
hendaknya kau berharap.

Al-Dhuha

1 September 2009 § Leave a comment


Demi pagi saat matahari di sepenggalah.
Demi malam, jika yang ada dalam dirinya semata sunyi-kelam.

Tuhanmu tak sedang meninggalkanmu, pula tak sedang membencimu.
Sungguh, pada akhirnya akan lebih baik daripada saat ini.
Tuhanmu akan memberi anugerah, lalu kau pun puas.

Bukankah Ia mendapatimu sebagai yatim, lalu melindungimu?!
Bukankah Ia melihatmu sedang bingung, lantas memberimu petunjuk?!
Bukankah Ia menjumpaimu sedang kekurangan, kemudian mencukupimu?!

Sebab itu, jangan kau sewenang-wenang terhadap anak yatim.
Pula, jangan menghardik peminta-minta.

Dan,
atas nikmat Tuhanmu, bersyukurlah!

Gelas Kosong dan Bening

16 July 2009 § Leave a comment


“Baca!”

Sendiri, berkawan sunyi gua.
Tiba-tiba ia merasakan dirinya
seperti disergap sosok tak berupa.
Hanya suara yang memaksanya bicara.
Dalam kondisi tiba-tiba tanpa tanda-tanda,
hanya takut yang ia rasa.

“Aku tak bisa!”

“Baca!”

“Aku tak bisa!”

“Baca!”

“Aku tak bisa baca!” Hanya itu jawaban yang ia bisa.

pun470-photoshop-etching-glass-technique-design-services1

Mata Hati

7 June 2009 § Leave a comment


Mata:
Sungguh tak terbayang bagaimana
jika saat itu Tuhan benar-benar kalah oleh hasrat Musa,
kemudian Musa merekam dalam memorinya
wajah Tuhan yang pernah nyata.
Lalu, dari tutur Musa tersebarlah berita rupa
Tuhan di tengah umat manusia,
turun temurun kepada umat selanjutnya,
selanjutnya, dan selajutnya hingga masa ini kita ada.
Maka, tidakkah kau kasihan kepada orang buta?!

Hati:
Syukur, semua itu tak terjadi.
Tuhan Maha Suci.
Ia menolak hasrat Musa dan memilih niskala diri
Tuhan hadir dalam bayang-bayang misteri,
melampaui sekat-sekat nalar, melintas-batasi inderawi,
tak terpaku kaku pada simbol yang pasti,
memungkinkan siapa pun untuk menghayati
sampai pada batas di mana ia merasakan kenyamanan hati.
Maka, kasihanilah orang yang hatinya telah mati.

Ciputat, 7 Juni 2009

Al-Ikhlash

14 May 2009 § Leave a comment


huwa allah ahad?
huwa allah ahad?!
huwa allah ahad!

qul, “alhamdulillah”

ciputat, 8 Mei 2009

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with Alquran at Warung Nalar.

%d bloggers like this: