Hijrah Meninggalkan Dunia Lawak

6 August 2019 § Leave a comment


Asy’ab adalah sosok historis—sebagian mengatakan dia sosok ahistoris—pertengahan abad ke-2 H dari Madinah. Seorang penghibur (menyanyi dan melawak).

Beberapa orang keturunan Abu Thalib menyarankan agar Asy’ab lebih baik meriwayatkan hadis saja ketimbang jadi pelawak. Disarankan meninggalkan lawakan. « Read the rest of this entry »

Advertisements

Mati Ketawa Cara Salafi

23 July 2019 § Leave a comment


 

« Read the rest of this entry »

Cadar Menurut Hadis Nabi

27 May 2019 § 1 Comment


Dalam literatur Islam, wacana tentang cadar bermula dari perdebatan tentang batasan aurat perempuan.

Ada dua pendapat terkait hal itu: pertama, yang menyatakan seluruh tubuh wanita adalah aurat; kedua, yang mengecualikan wajah dan telapak tangannya. « Read the rest of this entry »

Tergantung Toiletnya

20 March 2019 § Leave a comment


Suatu hari, seorang ustad menjelaskan bab isim mudzakkar dan isim muannats. Si ustad memberi contoh masing-masing. Ustad menyebutkan kata حمام (hammam; artinya toilet) untuk contoh isim mudzakkar. « Read the rest of this entry »

Untung Pernah Belajar Shorof

13 March 2019 § Leave a comment


Seorang imam shalat tiba-tiba ngeblank saat membaca doa seusai wiridan.

Alhamdulillahirabbil alamin hamdan yufawi ni’amahu wa yukafiu mazidah ya rabbana lakalhamdu mil’us samawati wal ardhi hanifan musliman wama ana minal musyrikin …« Read the rest of this entry »

Tulisan yang Pada Mulanya Terasa Tak Adil Bagi Para Jomblo Namun Berakhir dengan Happy Ending

13 January 2019 § Leave a comment


“Dua rakaat dari orang yang telah menikah lebih utama daripada tujuh puluh j̶u̶t̶a̶ ̶s̶u̶r̶a̶t̶ ̶s̶u̶a̶r̶a̶ ̶y̶a̶n̶g̶ ̶t̶e̶l̶a̶h̶ ̶t̶e̶r̶c̶o̶b̶l̶o̶s̶ rakaat dari kaum jomblo.”

ركعتان من المتزوج أفضل من سبعين ركعة من العزب

Keep calm, Para Jomblo. Itu hadis maudhu. Hadis palsu.

(Kitab al-Maudhu’at, Ibn al-Jauzi)

Jangan Mendebatku

7 February 2018 § Leave a comment


“Jangan mendebatku tentang seseorang yang kaulihat hanya dengan mata sementara aku melihatnya dengan hati.”

لا تجادلني في شخص تراه بعينك وأراه بقلبي

*

“Kalau kau mau, kami bisa mendatangkan perempuan yang lebih cantik untukmu,” kata orang-orang. Tapi, Majnun bergeming. Baginya, tak ada yang mampu mengalihkan hatinya dari Laila. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Z-Lain-Lain category at Warung Nalar.

%d bloggers like this: