Tulisan yang Pada Mulanya Terasa Tak Adil Bagi Para Jomblo Namun Berakhir dengan Happy Ending

13 January 2019 § Leave a comment


“Dua rakaat dari orang yang telah menikah lebih utama daripada tujuh puluh j̶u̶t̶a̶ ̶s̶u̶r̶a̶t̶ ̶s̶u̶a̶r̶a̶ ̶y̶a̶n̶g̶ ̶t̶e̶l̶a̶h̶ ̶t̶e̶r̶c̶o̶b̶l̶o̶s̶ rakaat dari kaum jomblo.”

ركعتان من المتزوج أفضل من سبعين ركعة من العزب

Keep calm, Para Jomblo. Itu hadis maudhu. Hadis palsu.

(Kitab al-Maudhu’at, Ibn al-Jauzi)

Advertisements

Jangan Mendebatku

7 February 2018 § Leave a comment


“Jangan mendebatku tentang seseorang yang kulihat dengan hatiku dan kau melihatnya dengan matamu.”

لا تجادلني في شخص تراه بعينك وأراه بقلبي

*

“Kalau kau mau, kami bisa mendatangkan perempuan yang lebih cantik untukmu,” kata orang-orang. Tapi, Majnun bergeming. Baginya, tak ada yang mampu mengalihkan hatinya dari Laila. « Read the rest of this entry »

Ketimbang di Dapur, Barangkali Risiko Bisa Lebih Kecil Jika Poligami Dibicarakan di Kasur

21 March 2017 § Leave a comment


Seorang suami mendekati istrinya yang sedang di dapur.

“Siapa yang paling kaucintai dari keempat anakmu?” tanya si suami.

“Semuanya,” jawab istri.

Suami bertanya lagi, “Bagaimana bisa hatimu menampung semuanya?”

Istri menjawab, « Read the rest of this entry »

Al-Hikam Ali ibn Abi Thalib

17 April 2015 § 6 Comments


Pengantar: tulisan ini adalah kata pengantar untuk buku yang saya susun dan saya terjemahkan. Terbit Mei, oleh Penerbit Serambi.

Al-Hikam Ali ibn Abi Thalib « Read the rest of this entry »

Burung

20 May 2013 § 1 Comment


Tuhan mencintai burung, lalu menciptakan pohon.
Manusia menyayangi burung, lalu membuat sangkar.

Jacques Deval

Jika Hanya Peduli Urusan Perut

8 February 2013 § Leave a comment


man kanat himmatuh

Orang yang kesungguhannya hanya soal apa yang bisa masuk ke perut, harga yang ia peroleh hanya senilai apa yang keluar dari perut. –Ali ibn Abi Thalib

(dari Alf Kalimah li Amir al-Mu’minin wa Sayyid al-Bulagha’ wa al-Mutakallimin halaman 101)

Berdamai dengan Takdir

6 July 2012 § Leave a comment


GambarTuhan tak memberi apa yang manusia inginkan; Ia memberi apa yang mereka butuhkan ….

Barangkali kita pernah mendengar ujaran demikian.Adamakna tersirat disana: Tuhan selalu memberi yang terbaik untuk manusia, sementara manusia selalu tak mampu sepenuhnya memahami bahwa apa yang mereka anggap baik tak selalu baik menurut Tuhan; apa yang mereka anggap buruk, bisa jadi baik menurut-Nya.

Memahami secara pintar dan benar nilai setiap hal yang berlaku atas diri kita. Itulah seruan yang « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Z-Lain-Lain category at Warung Nalar.

%d bloggers like this: