Adab di Atas Ilmu; Kisah Imam Syafii dan Imam Abu Hanifah

23 September 2021 § 1 Comment


Imam Syafii lahir pada tahun yang sama ketika Imam Abu Hanifah wafat. 150 H.

Sehingga, ada ungkapan, “Mata al-Imam wa wulida al-imam.”

“Seorang imam telah wafat dan seorang imam telah lahir.”

Yang wafat adalah Imam Abu Hanifah, yang lahir adalah Imam Syafii.

« Read the rest of this entry »

Kenapa Orang Menghina, Merusak, Membunuh …

9 September 2021 § Leave a comment


Dalam, “Kimiya’ al-Sa’adah”, Imam al-Ghazali menyebut ada tiga potensi dalam diri manusia: “quwwah al-ghadhab” (potensi marah), “quwwah al-syahwat” (potensi syahwat), “quwwah al-‘ilm” (potensi ilmu).

Ketiganya merupakan potensi alamiah manusia. Produk bawaan. Secara umum, manusia memiliki. Porsi masing-masing saja yang berbeda.

Secara ideal, potensi-potensi tersebut, terutama “quwwah al-ghadhab” dan “quwwah al-syahwat”, harus berada dalam porsi moderat. Tengah-tengah. Tidak lebih, tidak kurang. Pas.

« Read the rest of this entry »

Wali Ini Ditanya “Man Rabbuka” oleh Munkar-Nakir. Jawabannya Mengejutkan.

4 August 2021 § Leave a comment


Nabi Ibrahim didatangi Malakul Maut yang hendak mencabut nyawa sang Nabi. Tanggapan Nabi Ibrahim kepada malaikat pencabut nyawa itu?

“Memang kau pernah melihat seseorang yang tega membuat kekasihnya mati?!”

Mendengar reaksi Nabi Ibrahim, Tuhan segera turun tangan, menyampaikan wahyu kepada Nabi Ibrahim.

“Ibrahim, memang kau penah melihat seseorang yang tak senang bila bertemu kekasihnya?”

« Read the rest of this entry »

Manusia Bisa Lebih Tinggi daripada Malaikat, Bisa Lebih Rendah daripada Binatang

4 August 2021 § Leave a comment


Dalam “Fihi Ma Fihi”, Rumi membagi makhluk berdasarkan unsur tabiat (alamiah) masing-masing: malaikat, binatang, dan manusia.

Malaikat, unsur tabiatnya adalah murni “akal” atau “kewarasan”.

Karena murni akal dan waras, default setting malaikat hanyalah melakukan kebaikan.

Maka, jika malaikat melaksanakan/mematuhi perintah atau melakukan kebaikan, itu bukan bentuk “kebaikan”: itu hanya tabiat melekat yang tak bisa lepas dari diri mereka.

« Read the rest of this entry »

Hari Raya dalam Islam

16 May 2021 § Leave a comment


ليس العيد لمن لبس الجديد إنما العيد لمن طاعاته تزيد

ليس العيد لمن تجمل باللباس والركوب إنما العيد لمن غفرت له الذنوب

Kurang-lebih, kutipan di atas bisa dipahami begini:

“Hari raya itu bukanlah saat seseorang mengenakan baju baru. Hari raya adalah saat ketaatan seseorang bertambah maju. Hari raya bukanlah saat seseorang bagus-bagusan pakaian dan kendaraan. Hari raya adalah saat seseorang diampuni kesalahan-kesalahan.”

« Read the rest of this entry »

Kutipan Imam al-Ghazali Tentang Puasa

25 April 2021 § Leave a comment


Kekuatan setan ada pada nafsu. Dan Nafsu menjadi kuat oleh makan-minum. Maka, puasa adalah upaya untuk menaklukkan setan.

Jangan banyak makan saat berbuka puasa. Tidak ada wadah yang dibenci oleh Allah selain perut yang penuh oleh makanan meski halal. Bagaimana mengekang nafsu dapat berguna jika seseorang melampiaskan makanan—saat berbuka—yang telah ia tahan sepanjang siang, bahkan mungkin dengan jenis makanan yang lebih banyak daripada biasanya?!

« Read the rest of this entry »

Nasab

13 November 2020 § Leave a comment


Di bab ke-74 buku ini, Syekh al-Muhasibi membahas tentang nasab dengan mengutip dawuh Nabi bahwa Nabi beliau sama sekali tidak dapat membantu atau menolong anak dan kerabat di hadapan Allah.

Karena tentang nasab maka itu juga tentang kita.

« Read the rest of this entry »

Vaksin Measle-Rubella Menurut Kaidah Fikhiyyah, Ushul Fikih, Akidah, dan Tasawuf

13 September 2018 § Leave a comment


MUI mengharamkan vaksin Measle-Rubella (MR), tapi membolehkan vaksinasi MR.

Lah gimana bisa gitu? Haram tapi boleh? Gimana maksudnya?

Iya. Sesuatu yang haram, dalam kondisi tertentu, boleh dikonsumsi tanpa ia kehilangan status haramnya. “Boleh” ya, bukan “halal”. “Boleh” tidak sama dengan “halal”.

Gimana sih?

« Read the rest of this entry »

Jangan Mendebatku

7 February 2018 § Leave a comment


“Jangan mendebatku tentang seseorang yang kaulihat hanya dengan mata sementara aku melihatnya dengan hati.”

لا تجادلني في شخص تراه بعينك وأراه بقلبي

*

“Kalau kau mau, kami bisa mendatangkan perempuan yang lebih cantik untukmu,” kata orang-orang. Tapi, Majnun bergeming. Baginya, tak ada yang mampu mengalihkan hatinya dari Laila. « Read the rest of this entry »

Malaikat Sebagai Anekdot

2 May 2017 § Leave a comment


Dalam literatur klasik tasawuf, khususnya dalam fragmen cerita para nabi atau wali, kenapa malaikat-malaikat kadang digambarkan “sangat profan”, “biasa saja”, “sangat akrab”? Dalam hal ini, Munkar-Nakir dan Malakul Maut Izrail paling banyak menjadi bahan cerita.

Dalam Ihya Ulumiddin, Imam al-Ghazali mengutip kisah tentang Nabi Ibrahim didatangi Malakul Maut yang hendak mencabut nyawa sang Nabi. Tanggapan Nabi Ibrahim kepada malaikat pencabut nyawa itu?

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the tasawuf category at Warung Nalar.

%d bloggers like this: