Vaksin Measle-Rubella Menurut Kaidah Fikhiyyah, Ushul Fikih, Akidah, dan Tasawuf

13 September 2018 § Leave a comment


MUI mengharamkan vaksin Measle-Rubella (MR), tapi membolehkan vaksinasi MR.

Lah gimana bisa gitu? Haram tapi boleh? Gimana maksudnya?

Iya. Sesuatu yang haram, dalam kondisi tertentu, boleh dikonsumsi tanpa ia kehilangan status haramnya. “Boleh” ya, bukan “halal”. “Boleh” tidak sama dengan “halal”.

Gimana sih?

« Read the rest of this entry »

Advertisements

Imam Syafii Senang Baca Shalawat Lebih-Lebih Saat Hari Jumat

3 August 2018 § Leave a comment


Dalam al-Umm, Imam Syafii mengatakan,

وأحب كثرة الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم في كل حال وأنا في يوم الجمعة وليلتها اشد استحبابا وأحب قراءة الكهف ليلة الجمعة ويومها لما جاء فيها.

“Aku senang membaca shalawat Nabi kapan pun. Lebih senang lagi membacanya saat hari Jumat. Siang dan malam. Aku juga senang membaca surah al-Kahf pada hari Jumat–karena ada dalilnya.” « Read the rest of this entry »

Arab Gundul Masih Mending; Yang Ini Arab Botak

5 April 2018 § Leave a comment


ataka bi'abdin

Bagaimana Anda membaca tulisan Arab botak di gambar itu?

Yang sudah baca, hampir dipastikan bacaannya adalah “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”. Ya kan? Oke.  « Read the rest of this entry »

Mengapa Orang-Orang HTI (ex) Memandang Nasionalisme dengan Tatapan Buruk?

10 November 2017 § 2 Comments


Melalui buku “The Arabs; A History” karya Eugene Rogan (segera terbit oleh Penerbit Serambi pada 2017 ini dengan judul “Dari Puncak Khilafah; Sejarah Arab-Islam Sejak Era Kejayaan Khilafah Utsmaniyah”) kita akan memahami latar sejarah nalar orang-orang HTI, para pengusung khilafah itu, yang memandang begitu buruk nasionalisme …. « Read the rest of this entry »

The Origin of “Walakin”

1 November 2017 § Leave a comment


walakin

“Walakin” telah dimasukkan ke KBBI. « Read the rest of this entry »

Jenggotnya Panjang, Otaknya Pendek

25 October 2017 § 1 Comment


Saya urung memasukkan kutipan ini ke buku “Al-Hikam Imam Syafii”. Kalimat tersebut tidak bisa dipahami secara lugas dalam sekali baca. Butuh konteks untuk mengerti makna sebenarnya sebagaimana maksud pengucapnya. Alasan tersebut tidak sesuai dengan konsep buku “Al-Hikam Imam Syafii”: buku ini hanya memuat kutipan-kutipan Imam al-Syafii [beserta terjemahannya] yang secara langsung bisa dipahami dan dimengerti maknanya oleh pembaca tanpa butuh paham konteks kutipan. « Read the rest of this entry »

Berpoligami dengan Sepuluh Istri

24 August 2017 § Leave a comment


Di atas lelaki yang sendiri ada lelaki beristri. Di atas lelaki beristri ada lelaki berpoligami: ada yang dengan dua istri, tiga istri, hingga empat istri. Di atas semua lelaki itu ada Kiai Masyurat Utsman dari Madura: lelaki dengan sepuluh istri.

Penjenjangan tersebut tak bermakna apa-apa di hadapan Tuhan. Sebab, yang paling tinggi di hadapan Tuhan—melampaui segala jenis level—adalah lelaki [dan perempuan] yang bertakwa. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Nalar category at Warung Nalar.

%d bloggers like this: