Membela Mualaf

27 January 2020 § Leave a comment


Dalam Akhbar al-Dziraf wa al-Mutamajinin dan Akhbar al-Adzkiya’, Ibnu al-Jauzi (597 H) mengutip cerita seorang Yahudi bernama Harun yang pindah agama. Memeluk Islam. Jadi mualaf. Setelah memeluk Islam, Harun si mantan Yahudi yang sebelah matanya buta ini menghafal Al-Quran dan menguasai ilmu nahwu. Dia berislam dengan « Read the rest of this entry »

Hadis Tasyabbuh

31 December 2019 § Leave a comment


Di masyarakat kita, setidaknya ada dua nas agama—dalam konteks ini, hadis Nabi—yang popularitasnya meningkat pada momen-momen tertentu. Yang pertama, hadis إن الله وتر يحب الوتر . Kerap diterjemahkan “Allah itu ganjil. Dia menyukai ganjil”. “Ganjil” di situ bukan berarti “aneh”, melainkan “gasal”, lawan kata “genap”. Hadis ini biasa segera populer pada momen pilpres, terutama terkait nomor urut pasangan capres-cawapres. Sebagian oknum pendukung capres dan cawapres bernomor urut ganjil akan menjadikan hadis itu sebagai seolah-olah legitimasi keagamaan bahwa pasangan capres-cawapresnya adalah yang diridai Tuhan. (Anda bisa membaca penjelasan hadis itu di sini. Silakan klik).

Yang kedua, hadis yang dikenal dengan “hadis tasyabbuh”. « Read the rest of this entry »

Adab Jimak dalam Kitab Klasik

29 September 2019 § Leave a comment


“Kalau hasrat sudah mau … ya mesti. Si istri tidur (telentang) aja. Enggak sakit kok.”

 “Masa seks itu harus mood suami-istri?!”

 “Tidak ada dalam Islam … Sama-sama mood itu dalam agama tidak ada.”

Demikian kutipan seseorang, Maret lalu. « Read the rest of this entry »

Cerita Abu Hanifah Dikerjai Seorang Perempuan

29 August 2019 § 1 Comment


Abu Hanifah mengatakan, ia pernah dikerjai oleh seorang perempuan.

Ceritanya, si perempuan itu menunjuk sebuah tas kantong yang tergeletak di jalan. Abu Hanifah berpikir tas kantong itu milik si perempuan. Maka, ia pun mengambilnya dan membawakannya ke si perempuan.

“Simpan saja,” kata si perempuan, “sampai pemiliknya datang.[1] « Read the rest of this entry »

Keakraban Antariman

19 August 2019 § 1 Comment


Di Madinah ada seseorang bernama Nuaiman. Kesukaannya, jika ada sesuatu yang baru dan menarik, Nuaiman akan membelinya.

Suatu hari, dia membeli makanan dan memberikannya kepada Rasulullah.

“Sebagai hadiah untukmu,” kata Nuaiman. « Read the rest of this entry »

Memahami Makna Sunnah

2 August 2019 § 1 Comment


Belakangan, kata “sunnah” digunakan di ranah yang lebih luas dan melampaui koridor ilmu keislaman yang telah umum dikenal secara akademis. Maka, pada era ini, kita dengar istilah “ustadz sunnah” atau “masjid sunnah”. Sebagian orang menggunakan kata “sunnah” untuk menyebut pihak lain sebagai “bukan sunnah” atau “antisunnah” yang menyiratkan konskuensi bahwa yang “bukan sunnah” atau “tidak sunnah” itu adalah penyimpangan.
« Read the rest of this entry »

Anak Kidal

30 July 2019 § Leave a comment


Anak pertama saya kidal. Fasih menggunakan tangan kiri saat makan dan menulis.

Rasulullah bersabda, « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Nalar category at Warung Nalar.

%d bloggers like this: