KILMA KUNUZILJINAN

17 December 2021 § Leave a comment


Itu nama anak ketiga saya. Perempuan.

Rancangan penamaan si ragil ini seperti kakak-kakaknya: Kimya Kaymiasada dan Kalih Kalimatalla. Mbak dan masnya.

Dua kata; nama depan dimaksudkan sebagai panggilan; berinisial KK.

Jika inisial KK di anak pertama “Kimya Kaymiasada” adalah “penemuan” dan insial KK anak kedua “Kalih Kalimatalla” adalah “ikut-ikutan” (“Kayaknya bagus juga kalau inisialnya sama kayak mbaknya”) maka inisial anak KK anak ketiga “Kilma Kunuziljinan” adalah “keharusan” (“Dua kakaknya sama-sama berinsial KK. Masak inisial yang ketiga ini mau beda?!).

« Read the rest of this entry »

Rofa, Nashob, Khofadh, Jazm

23 November 2021 § Leave a comment


« Read the rest of this entry »

Kenapa disebut “Hari Tasyriq”?

22 July 2021 § Leave a comment


Secara istilah, “Hari Tasyriq” artinya tiga hari setelah Idul Adha. Hari-hari untuk menyembelih kurban dan terlarang untuk berpuasa.

Kenapa disebut “tasyriq”?

Dari mana kata itu diambil untuk kemudian dijadikan istilah khusus?

Di bawah ini beberapa pendapat berdasarkan akar kata tersebut.

« Read the rest of this entry »

Kitab “al-I’lal” Pesantren Lirboyo

31 August 2020 § 4 Comments


PERINGATAN: Banyak istilah teknis.

Ini kitab yang menyenangkan jika Anda menyukai hal detail. Kitab penting jika Anda ingin memiliki pengetahuan merenik tentang kata-kata tertentu dalam bahasa Arab. Judulnya al-I’lal al-Ishthilahiyy wa al-Allughawiyy. Diterbitkan oleh Pesantren Lirboyo dan digunakan di lingkungan pesantren salaf tersebut.

« Read the rest of this entry »

Arti “Idul Fitri” Bukan “Kembali ke Fitrah”

21 May 2020 § Leave a comment


Cukup sering kita dengar orang mengatakan “Idul Fitri” artinya “kembali ke fitrah”, “kembali suci”, “kembali bersih”, atau makna lain yang serupa.

Tapi, tepatkah arti itu?

Memang, apa sebenarnya arti kata “idul fitri”?

« Read the rest of this entry »

Narasi Jenggot dalam Literatur Arab Klasik

19 July 2019 § 2 Comments


Catatan: Ini adalah artikel bagian kedua. Bagian pertama ada di artikel ini (silakan klik): Narasi Jenggot dalam Hadis Nabi dan Pemahamannya.

***

Artikel menarik dan menggelitik tentang jenggot ditulis oleh Geert Jan van Gelder berjudul “Rebarbative Beards in Classical Arabic Literature” (2018).[1]

Ustad Geert Jan van Gelder al-Hulandi ini seorang profesor bahasa Arab. Pernah menempati posisi profesor Laudian Professor of Arabic, sebuah lembaga akademis (di University of Oxford) yang telah eksis sejak 1636 « Read the rest of this entry »

Maulid dan Milad

21 November 2018 § 2 Comments


Di ujung 2018 ini ada beberapa perayaan kelahiran. Pada 18 November Muhammadiyah merayakan hari lahir ke-106. Untuk menyebut hari lahir itu Muhammadiyah memilih diksi Arab “milad”.

Tanggal 20 November sebagian besar umat muslim menyambut hari lahir Nabi Muhammad. Dan barangkali seluruh muslim menyebut hari lahir Nabi Muhammad dalam bahasa Arab dengan “maulid”.

« Read the rest of this entry »

Arab Gundul Masih Mending; Yang Ini Arab Botak

5 April 2018 § Leave a comment


ataka bi'abdin

Bagaimana Anda membaca tulisan Arab botak di gambar itu?

Yang sudah baca, hampir dipastikan bacaannya adalah “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”. Ya kan? Oke.  « Read the rest of this entry »

Tentang Cinta, Rindu, dan Kepedihan

4 December 2017 § Leave a comment


لاخير في حياة يحياها المرء بغير قلب ولاخير في قلب يخفق بغير حب

Tak ada kebaikan dalam hidup yang seseorang jalani tanpa hati. Tak ada kebaikan dalam hati yang berdenyut tanpa cinta

*

الحب ليس معصية المعصية هي أن تتلاعب بمشاعر البعض تحت مسمى الحب

Cinta bukanlah dosa. Dosa adalah saat kau memainkan perasaan atas nama cinta

* « Read the rest of this entry »

The Origin of “Walakin”

1 November 2017 § 2 Comments


walakin

“Walakin” telah dimasukkan ke KBBI. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Bahasa category at Warung Nalar.

%d bloggers like this: