The Origin of “Walakin”

1 November 2017 § Leave a comment


walakin

“Walakin” telah dimasukkan ke KBBI. « Read the rest of this entry »

Advertisements

“Waktu di Mana”, “Momen di Mana”

16 August 2017 § Leave a comment


  • Waktu-waktu di Mana Wanita Paling Sering Palsukan Orgasme. (detik dot com)
  • Kami menentukan waktu di mana anak-anak tak boleh menatap layar gadget. (Kompas dot com)
  • Selain itu, jika si astronot memilih melaksanakan ibadah puasa di luar angkasa, ia harus menggunakan waktu di mana astronot tersebut diterbangkan ke luar angkasa.  (tirto dot id)
  • Musim panas 2017 menjadi waktu di mana hati-hati yang gelisah memilih untuk tidak berdiam lagi di tempat yang sama. (kumparan dot com)

« Read the rest of this entry »

“Hukumullah” dan “Haur Uljanati”

30 August 2016 § 3 Comments


hukumllah dan haur

Jika Anda belum tahu: “hukumullah” dan “haur uljanati” adalah dua kata bahasa Indonesia—sudah dimasukkan ke KBBI—yang merupakan serapan dari bahasa Arab. “Hukumullah” untuk arti “hukum Allah”, “hukum Tuhan”, dan “haur uljanati” untuk maksud “bidadari surga”. « Read the rest of this entry »

Ibunda Aisyah Merayakan Lebaran Sambil Berdendang

1 July 2016 § Leave a comment


Kenapa “hari raya” disebut “al-‘Id”? Saya sarikan beberapa poin dari lema عود  di kitab kamus Lisan al-‘Arab  karya Ibnu al-Mandzur.

  • Innama al-‘id ma ‘ada ilaika min al-syauq wa al-maradh wa nahwihi. Al-‘id adalah kembalinya rasa rindu, atau sakit, atau sebagainya.
  • Al-‘id ma ya’tadu min naubin wa syquqin wa hammin wa nahwihi. Al-‘id adalah musibah, atau rasa rindu, atau penderitaan, atau sebagainya yang telah biasa datang.
  • Al-‘id ‘inda al-‘arab al-waqt alladzi ya’udu fihi al-farahu wa al-hazanu. Bagi orang Arab, al-‘id adalah istilah untuk menyebut waktu saat kebahagiaan atau kesedihan datang lagi.
  • Al-‘Id kullu yaumin fihi jam’un. Wa istiqaquhu min ‘ada-ya’udu. Ka annahum ‘adu ilaihi. Wa qila isytiqaquhu min al-‘adah, liannahum i’taduhu.“Hari raya” (al-‘id) adalah tiap-tiap hari ketika ada kumpul-kumpul. Akar kata al-‘id adalah ‘ada-ya’udu, yang berarti “perihal kembali”. Seakan memberikan makna “orang-orang akan kembali ke hari itu untuk berkumpul”. Ada yang mengatakan, akar kata al-‘id adalah al-‘adah, yang berarti “tradisi”, “kebiasaan”. Sebab, “masyarakat menjadikan hari itu sebagai tradisi”.
  • Sumiya al-‘id ‘idan liannahu ya’udu kulla sanatin bifarahin mujaddadin. Hari raya disebut al-‘idsebab ia selalu kembali setiap tahun dengan membawa kebahagiaan baru.

« Read the rest of this entry »

Kaffa Fakkahu Wa Fakka Kaffahu

12 May 2016 § Leave a comment


 

syair

Di grup WA almamater ada yang kirim gambar berisi kalimat hikmah ini. « Read the rest of this entry »

Dunia Ibarat Perempuan atau Ibarat Cermin?

25 February 2016 § 1 Comment


Ada ungkapan Arab yang jika ditulis teks Arabnya begini:

الدنيا كالمراة: ابتسم لها، تبتسم لك

Kata kedua ungkapan itu bisa dibaca al-mar’ah (ka al-mar’ah), bisa juga al-mir’ah (ka al-mir’ah).

Jika dibaca al-mar’ah (artinya “perempuan”), alif di kata itu diberi tanda baca begini: المرأة. Maka, arti pepatah itu: Dunia ibarat perempuan; tersenyumlah kepadanya, ia akan tersenyum kepadamu.

Jika dibaca al-mir’ah (artinya “cermin”), alif di kata itu diberi tanda baca begini: المرآة. Hamzah di situ dibaca panjang (dalam ilmu tajwid disebut « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Bahasa category at Warung Nalar.

%d bloggers like this: