Omong-Kosong Cinta Berbahasa “Surga”

4 December 2017 § Leave a comment


لاخير في حياة يحياها المرء بغير قلب ولاخير في قلب يخفق بغير حب

Tak ada kebaikan dalam hidup yang seseorang jalani tanpa hati. Tak ada kebaikan dalam hati yang berdenyut tanpa cinta

*

الحب ليس معصية المعصية هي أن تتلاعب بمشاعر البعض تحت مسمى الحب

Cinta bukanlah dosa. Dosa adalah saat kau memainkan perasaan atas nama cinta

* « Read the rest of this entry »

Advertisements

The Origin of “Walakin”

1 November 2017 § Leave a comment


walakin

“Walakin” telah dimasukkan ke KBBI. « Read the rest of this entry »

“Waktu di Mana”, “Momen di Mana”

16 August 2017 § Leave a comment


  • Waktu-waktu di Mana Wanita Paling Sering Palsukan Orgasme. (detik dot com)
  • Kami menentukan waktu di mana anak-anak tak boleh menatap layar gadget. (Kompas dot com)
  • Selain itu, jika si astronot memilih melaksanakan ibadah puasa di luar angkasa, ia harus menggunakan waktu di mana astronot tersebut diterbangkan ke luar angkasa.  (tirto dot id)
  • Musim panas 2017 menjadi waktu di mana hati-hati yang gelisah memilih untuk tidak berdiam lagi di tempat yang sama. (kumparan dot com)

« Read the rest of this entry »

“Hukumullah” dan “Haur Uljanati”

30 August 2016 § 3 Comments


hukumllah dan haur

Jika Anda belum tahu: “hukumullah” dan “haur uljanati” adalah dua kata bahasa Indonesia—sudah dimasukkan ke KBBI—yang merupakan serapan dari bahasa Arab. “Hukumullah” untuk arti “hukum Allah”, “hukum Tuhan”, dan “haur uljanati” untuk maksud “bidadari surga”. « Read the rest of this entry »

Ibunda Aisyah Merayakan Lebaran Sambil Berdendang

1 July 2016 § Leave a comment


Kenapa “hari raya” disebut “al-‘Id”? Saya sarikan beberapa poin dari lema عود  di kitab kamus Lisan al-‘Arab  karya Ibnu al-Mandzur.

  • Innama al-‘id ma ‘ada ilaika min al-syauq wa al-maradh wa nahwihi. Al-‘id adalah kembalinya rasa rindu, atau sakit, atau sebagainya.
  • Al-‘id ma ya’tadu min naubin wa syquqin wa hammin wa nahwihi. Al-‘id adalah musibah, atau rasa rindu, atau penderitaan, atau sebagainya yang telah biasa datang.
  • Al-‘id ‘inda al-‘arab al-waqt alladzi ya’udu fihi al-farahu wa al-hazanu. Bagi orang Arab, al-‘id adalah istilah untuk menyebut waktu saat kebahagiaan atau kesedihan datang lagi.
  • Al-‘Id kullu yaumin fihi jam’un. Wa istiqaquhu min ‘ada-ya’udu. Ka annahum ‘adu ilaihi. Wa qila isytiqaquhu min al-‘adah, liannahum i’taduhu.“Hari raya” (al-‘id) adalah tiap-tiap hari ketika ada kumpul-kumpul. Akar kata al-‘id adalah ‘ada-ya’udu, yang berarti “perihal kembali”. Seakan memberikan makna “orang-orang akan kembali ke hari itu untuk berkumpul”. Ada yang mengatakan, akar kata al-‘id adalah al-‘adah, yang berarti “tradisi”, “kebiasaan”. Sebab, “masyarakat menjadikan hari itu sebagai tradisi”.
  • Sumiya al-‘id ‘idan liannahu ya’udu kulla sanatin bifarahin mujaddadin. Hari raya disebut al-‘idsebab ia selalu kembali setiap tahun dengan membawa kebahagiaan baru.

« Read the rest of this entry »

Kaffa Fakkahu Wa Fakka Kaffahu

12 May 2016 § Leave a comment


 

syair

Di grup WA almamater ada yang kirim gambar berisi kalimat hikmah ini. « Read the rest of this entry »

Dunia Ibarat Perempuan atau Ibarat Cermin?

25 February 2016 § 1 Comment


Ada ungkapan Arab yang jika ditulis teks Arabnya begini:

الدنيا كالمراة: ابتسم لها، تبتسم لك

Kata kedua ungkapan itu bisa dibaca al-mar’ah (ka al-mar’ah), bisa juga al-mir’ah (ka al-mir’ah).

Jika dibaca al-mar’ah (artinya “perempuan”), alif di kata itu diberi tanda baca begini: المرأة. Maka, arti pepatah itu: Dunia ibarat perempuan; tersenyumlah kepadanya, ia akan tersenyum kepadamu.

Jika dibaca al-mir’ah (artinya “cermin”), alif di kata itu diberi tanda baca begini: المرآة. Hamzah di situ dibaca panjang (dalam ilmu tajwid disebut « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Bahasa category at Warung Nalar.

%d bloggers like this: