Hikmah Puasa Enam Hari Syawal

13 May 2022 § Leave a comment


Syawal tidak termasuk dalam empat bulan mulia atau Asyahurul Hurum. Namun, ia memiliki keutamaan tersendiri. Yaitu, pada bulan ini kita disunahkan berpuasa enam hari sebagai pelengkap puasa wajib bulan Ramadan.

Keutamaan puasa Ramadan yang dilanjutkan dengan puasa enam hari syawal disebutkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad,

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

“Orang yang berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari Syawal maka puasa tersebut ibarat puasa setahun.” (HR. Muslim).

Maksudnya, puasa Ramadan yang dilanjutkan dengan enam hari Syawal pahalanya seperti puasa setahun, yaitu sepuluh kali lipat.

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

“Orang yang melakukan satu kebaikan, ia mendapatkan pahala sepuluh kali lipat.” (al-An’am: 160).

Puasa satu bulan Ramadan, sepuluh kali lipatnya adalah sepuluh bulan. Puasa 6 hari Syawal, sepuluh kali lipatnya adalah 60 hari atau 2 bulan. Maka, gabungan keduanya adalah dua belas bulan atau satu tahun.

Kanjeng Nabi bersabda,

صيام رمضان بعشرة أشهر وصيام ستة أيام بشهرين. فذالك صيام سنة

“Puasa sebulan Ramadan diganjar dengan pahala sepuluh bulan. Dan puasa enam hari Syawal diganjar dengan pahala dua bulan. Itu sama dengan puasa setahun.” (HR. Ahmad dan al-Darimi, sahih).

Itulah di antara iming-iming pahala yang dijanjikan oleh Kanjeng Nabi terkait puasa enam hari Syawal. Pahala atau kebaikan itu akan menjadi bekal kita di akhirat.

Namun, ada beberapa kebaikan dan faedah lain dari puasa enam hari Syawal. Yaitu,

Pertama, pahala puasa enam hari syawal menggenapkan pahala puasa sebulan Ramadan menjadi pahala satu tahun—seperti sudah dijelaskan.

Kedua, puasa wajib bulan Ramadan ibarat shalat fardu. Maka, puasa sunah bulan Syawal sesudahnya ibarat shalat sunah ba’diyyah. Sementara, puasa sunah bulan Sya’ban, sebelum Ramadan, ibarat shalat sunah qabliyyah.

Sama seperti shalat sunah rawatib, qabliyyah maupun ba’diyyah, yang di antara faedahnya adalah menambal kekurangan-kekurangan shalat fardu, puasa sunah bulan Sya’ban dan puasa sunnah bulan Syawal juga berfaedah menambal kekurangan-kekurangan puasa Ramadan kita. Barangkali, saat puasa Ramadan, kita melakukan sesuatu yang mengurangi kesempurnaan nilai puasa, maka kekurangan tersebut kita tambal dengan puasa sunah. Sama seperti shalat fardu kita yang barangkali memiliki kekurangan-kekurangan, maka kekurangan tersebut kita tambal dengan sunah rawatib.

Sebab, di antara faedah dari ibadah-ibadah sunah adalah melengkapi kekurangan-kekurangan dalam ibadah wajib.

Kebaikan dan faedah ketiga dari puasa enam hari Syawal yang kita jalankan dengan ikhlas adalah ia menjadi tanda Allah menerima puasa Ramadan kita.

Sebab, tanda jika Allah menerima amalan seseorang adalah Allah akan memberinya taufik dan pertolongan untuk melakukan amal saleh berikutnya.

Di antara tanda jika Allah menerima puasa Ramadan kita, tarawih kita, zakat dan sedekah kita, tadarus kita, serta kebaikan-kebaikan lain yang muncul pada bulan Ramadan … adalah Allah memberi kita kemudahan untuk meneruskan kebaikan-kebaikan tersebut di luar Ramadan: puasa Ramadan dilanjutkan dengan puasa-puasa sunah pada bulan-bulan berikutnya; tarawih dan witir dilanjutkan dengan shalat malam dan shalat witir pada hari-hari berikutnya; zakat dilanjutkan dengan sedekah dan berbagi; tadarus dilanjutkan dengan istikamah tadarus pada hari-hari berikutnya, dan lain-lain.

Jika setelah puasa Ramadan kita menjadi orang yang sama baik atau bahkan lebih baik maka kita layak husnuzan bahwa Allah menerima puasa Ramadan kita. Sebaliknya, jika setelah puasa Ramadan kita malah menjadi orang yang lebih buruk maka kita layak curiga dan introspeksi bahwa ada masalah dalam puasa Ramadan kita. Kita layak merenung bahwa Allah tidak menerima puasa kita.

Kebaikan dan faedah keempat dari puasa enam hari Syawal adalah ia menjadi ungkapan syukur atas anugerah puasa Ramadan.

Puasa Ramadan adalah anugerah sebab ia menghapus dosa-dosa yang telah lewat. Kanjeng Nabi bersabda,

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Orang yang berpuasa Ramadan karena iman dan karena Allah serta mengharap pahala dari Allah maka dosa-dosanya diampuni.” (HR. al-Bukhari).

Nah, kita berpuasa enam hari Syawal sebagai ungkapan syukur atas diampuninya dosa-dosa kita berkah puasa Ramadan.

Kanjang Nabi Muhammad shalat tahajud hingga kedua telapak kakinya bengkak.

Lalu, ada orang yang tanya, “Bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosa panjenengan?”

Kanjeng Nabi menjawab,

“Justru karena dosa-dosaku telah diampuni itulah aku banyak bersyukur—dengan cara memperbanyak tahajud.” (HR. Bukhari).

(قام النبي صلى الله عليه وسلم حتى تورمت قدماه. فقيل له: غفر الله لك ما تقدم من ذنبك وما تأخر. قال: أفلا أكون عبدا شكورا).

Maka, di antara tanda-tanda Allah mengampuni dosa-dosa kita adalah kita diberi kemudahan beribadah kepada Allah. Diberi kemudahan berbuat baik kepada sesama makhluk.

Wallahu a’lam

_______________________

*Referensi: “Lathaif al-Ma’arif” karya Ibnu Rajab al-Hanbali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hikmah Puasa Enam Hari Syawal at Warung Nalar.

meta

%d bloggers like this: