Kenapa Lailatul Qadar Dibikin Misterius?

22 April 2022 § Leave a comment


Siti Aisyah suatu saat tanya, “Rasul, kalau aku ketemu Lailatul Qadar, doa apa yang bisa aku baca?”

Rasulullah menjawab agar Aisyah membaca

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

“Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan senang mengampuni. Maka, ampunilah aku.” (HR. Al-Tirmidzi).

Jadi, itulah doa yang bisa Anda baca saat bertemu Lailatul Qadar.

Masalahnya, Anda kan gak tahu dan gak bisa memastikan kapan Lailatul Qadar datang menemui Anda.

Jangankan Anda, Rasulullah juga gak tahu–tepatnya dibikin lupa. Dan lupanya Rasulullah itu untuk sebuah hikmah dan maslahat.

Apa hikmahnya?

Nanti.

Sebelumnya, apa penyebab beliau lupa momen ketemu Lailatul Qadar?

Ada dua.

Pertama, Rasulullah bertemu Lailatul Qadar dalam mimpi. Mimpi belum selesai, beliau sudah dibangunkan oleh salah seorang keluarga. Mimpinya terputus.

Kedua, Rasulullah bertemu Lailatul Qadar saat terjaga. Beliau ingin mengabarkan hal itu. Beliau temui para sahabat. Alih-alih ketemu para sahabat, beliau malah ketemu dua orang lagi gelut. Saling bacot.

Gara-gara dua orang adu cangkem itu, pengetahuan Rasulullah perihal waktu Lailatul Qadari dicabut. Beliau dibikin lupa seketika..

“Barangkali, saya dibikin lupa begini malah lebih baik buat kalian,” kata Rasulullah.

(Makanya, Anda itu jangan suka gelut meski di medsos. Gelut pemikiran sih gak papa).

Tapi, Rasulullah tetap memberikan harapan untuk Anda yang terobsesi dengan Lailatul Qadar.

فالتمسوها في التاسعة والسابعة والخامسة

“Cara aja di malam kesembilan, ketujuh, dan kelima,” kata beliau.

Dalam riwayat lain,

فالتمسوها في العشر الأواخر في الوتر

“Cari aja di sepuluh hari terakhir di tanggal ganjil.”

Jadi, secara umum riwayat-riwayat menganjurkan agar Anda mencari Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir. Ada juga di tujuh hari terakhir karena ada sahabat yang mimpi ketemu Lailatul Qadar saat-saat itu. Kemudian, Rasulullah menganjurkan cari Lailatul Qadar pada hari-hari tersebut. Tapi tujuh ini ya terkaver dalam sepuluh.

Nah, di level nash gak ada kepastian soal kapan Lailatul Qadar. Karenanya, bisa jadi, itulah yang memunculkan puluhan pendapat soal kapan sebenarnya Lailatul Qadar.

Dalam “Fathul Bari”, syarah “Shahih al-Bukhari”, Imam Ibnu Hajar mencatat ada 46 plus pendapat soal kapan Lailatul Qadar.

Yang menarik, di antara puluhan pendapat itu, ada pendapat yang mengatakan Lailatul Qadar dapat terjadi di semua malam Ramadan.

Yang lebih menarik lagi, ada pendapat yang menyebutkan, Lailatul Qadar dapat terjadi di sepanjang tahun. Sepanjang tahun, Pak. Bukan cuma bulan Ramadan.

Yang lebih lebih menarik lagi, ada yang mengatakan,

الصحيح أنها لا تعلم

“Yang benar, Lailatul Qadar itu gak diketahui.”

😆

Anda bisa buka “Fathul Bari” di bagian “Kitab Fadl Lailatul Qadar” untuk mengonfirmasi tulisan ini. Juga untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dan lebih detail.

***

Makanya, kembali ke doa ketemu Lailatul Qadar, di sebagian masjid, doa di atas tadi,

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

… dibaca setiap selesai traweh dan witir. Setiap hari.

Karena kita gak tahu kapan pastinya Lailatul Qadar, dan tahunya Lailatul Qadar terjadi bulan Ramadan, akhirnya doa itu dibaca setiap hari selama Ramadan. Dengan harapan, salah satu malam saat kita baca doa tersebut, itulah Lailatul Qadar.

Biasanya rangkaiannya doanya begini:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

سبوح قدوس ربنا رب الملائكة والروج

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كريم تُحِبُّ الْعَفْو فاعف عنا يا كريم

Baris pertama adalah doa ma’tsur setelah shalat witir. Baris ketiga adalah doa ketemu Lailatul Qadar.

Dibaca bareng-bareng seusai rangkaian traweh dan witir. Dipimpin imam shalat. Masjid tempat Anda traweh juga mungkin begitu.

***

Nah, hikmah Lailatul Qadar dibikin misterius begitu, sampai-sampai Rasulullah sendiri dibikin lupa, untuk sebuah hikmah. Untuk alasan yang cukup sederhana saja: agar Anda tetap semangat menjalani Ramadan. Anda tetap semangat traweh, baca quran, ngaji, sedekah, iktikaf, dan ragam kebaikan lain kesukaan Anda … di sepanjang Ramadan. Bukan cuma di awal-awal Ramadan saja.

Bayangkan, andai dulu Rasulullah gak lupa dan mengatakan Lailatul Qadar terjadi pada, misal, malam ke-21 Ramadan. Ya, bisa jadi, Anda hanya akan fokus pada malam ke-21 itu.

Sebelum malam itu, Anda santai. Karena Lailatul Qadar belum datang. Terus, datang malam ke-21. Tiba-tiba saja Anda banyak beribadah tepat pada malam itu. Setelah itu, santai lagi. Karena Lailatul Qadar sudah lewat.

Itu kan untuk orang-orang yang beragama model pebisnis atau pedagang yang selalu cari untung. Gak salah juga. Dibenarkan.

Orang yang beribadah karena pengin masuk surga atau gak pengin masuk neraka itu dibenarkan. Kayak pebisnis atau penjual yang selalu pengin untung dan gak mau rugi. Gak salah. Salah, justru, kalau ada pedagang yang puas cukup dengan balik modal. Balik modal itu rugi. Apalagi pedagang kok malah cari rugi betulan.

Tapi, Anda ini kan sudah di level wali (sudah dilantik?). Ibadah Anda bukan karena takut masuk neraka atau karena berhasrat masuk surga. Anda beribadah sebagai ungkapan syukur dan cinta kepada Allah.

Fokus ibadah Anda adalah Allah. Maka, surga jadi keniscayaan.

Begitu pun Lailatul Qadar.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kenapa Lailatul Qadar Dibikin Misterius? at Warung Nalar.

meta

%d bloggers like this: