Riyadin Kupat; Kupatan; Lebaran Ketupat

20 May 2021 § Leave a comment


Seminggu setelah Idul Fitri, sebagian masyarakat Jawa merayakan Riyadin Kupat. Kupatan. Lebaran Ketupat.

Perayaannya sederhana saja. Orang-orang datang ke masjid. Masing-masing bawa berkat isi ketupat dan lepet ditemani sayur lodeh–karena inilah penyebutan “Lebaran Ketupat”–dan dikumpulkan di tengah-tengah. Ceramah singkat, tahlil, dan pembagian berkat. Setiap orang tidak tahu, berkat ketupat yang dia dapat bikinan siapa.

(Tiap daerah bisa berbeda model perayaan).

Seminggu setelah Idul Fitri dipilih sebagai waktu perayaan sebab Kupatan ini menjadi penanda selesainya puasa sunah enam hari Syawal.

Persis seperti perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

Menurut Ibnu Rajab al-Hanbali (795 H), hikmah atau nilai filosofis perayaan Idul Fitri dan Idul Adha adalah paripurnanya rangkaian ibadah.

Idul Fitri dirayakan sehari setelah selesainya puasa Ramadan. Idul Adha dirayakan sehari setelah paripurnanya ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah.

Sebagai hari raya, maka, pada Idul Fitri dan Idul Adha itu, puasa dilarang. Haram. Hari itu waktunya “makan-makan”.

Yang membedakan Riyadin Kupat, “Idul Kupat”, dengan Idul Fitri dan Idul Adha adalah, “Idul Kupat” berbasis tradisi [masyarakat], sedangkan Idul Fitri dan Idul Adha berbasis agama.

Sebab basis “Idul Kupat” adalah tradisi, bukan agama, maka ia tidak punya akibat yang bersifat agamawi, seperti larangan berpuasa. Berbeda dengan Idul Fitri dan Idul Adha.

Meski basis “Idul Kupat” adalah tradisi, namun ia memiliki kebaikan-kebaikan yang bersifat agamawi. Islami. Dalam “Idul Kupat” itu dibacakan kalimat-kalimat thayyibah, zikir, Alquran. Jangan lupa pula, “Idul Kupat” adalah ajang silaturahim sesama tetangga. Sesama warga. Tidak kalah islaminya.

Jadi, ada “tradisi agama”, ada “tradisi bernilai agama”.

Tradisi agama adalah adat yang lahir dari agama. Tradisi bernilai agama adalah adat yang lahir dari masyarakat dan baik menurut sudut pandang agama.

Berbeda sumber, tetapi sama-sama punya kebaikan yang diakui agama.

Idul Fitri dan Idul Adha adalah tradisi agama. Lebaran Ketupat adalah tradisi bernilai agama.

🤝

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Riyadin Kupat; Kupatan; Lebaran Ketupat at Warung Nalar.

meta

%d bloggers like this: