Kutipan Imam al-Ghazali Tentang Puasa

25 April 2021 § Leave a comment


Kekuatan setan ada pada nafsu. Dan Nafsu menjadi kuat oleh makan-minum. Maka, puasa adalah upaya untuk menaklukkan setan.

Jangan banyak makan saat berbuka puasa. Tidak ada wadah yang dibenci oleh Allah selain perut yang penuh oleh makanan meski halal. Bagaimana mengekang nafsu dapat berguna jika seseorang melampiaskan makanan—saat berbuka—yang telah ia tahan sepanjang siang, bahkan mungkin dengan jenis makanan yang lebih banyak daripada biasanya?!

Yang diharapkan dari berpuasa adalah seseorang meneladani sifat Allah, yaitu “al-shamadiyyah” atau “tidak makan dan tidak minum”, serta mengikuti tabiat malaikat, yaitu menahan nafsu.

Derajat manusia lebih tinggi daripada binatang sebab ia dikaruniai akal untuk mengalahkan nafsunya; dan lebih rendah daripada malaikat sebab ia dapat dikuasai oleh nafsunya.

Saat manusia dikuasai oleh nafsu, derajatnya jadi lebih rendah daripada binatang. Saat manusia berhasil menguasai nafsu, derajatnya melesat melampaui malaikat.

Apa gunanya menahan makan hingga petang tetapi tenggelam dalam nafsu sepanjang siang?! “Berapa banyak orang yang berpuasa, namun yang ia dapat hanya lapar dan dahaga.” Berapa banyak “orang yang berpuasa tetapi tidak berpuasa”; yaitu orang yang berhasil menahan lapar dan dahaga tetapi membebasliarkan anggota tubuhnya dalam dosa.

*

Sumber: “Ihya Ulumiddin” jilid 1 Kitab Asrar al-Shaum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kutipan Imam al-Ghazali Tentang Puasa at Warung Nalar.

meta

%d bloggers like this: