Jangan Mencaci Orang yang Sudah Mati

9 February 2021 § Leave a comment


لا تسبوا الأموات فإنهم قد أفضوا إلى ما قدّموا

“Jangan mencaci orang-orang yang sudah mati. Sebab, mereka sudah sampai di fase untuk menerima ganjaran perilaku baik dan balasan perilaku buruk saat di dunia.”

Kurang-lebih, pemahaman kalimat itu adalah:

Maksudnya, cacian Anda untuk orang yang sudah meninggal tidak akan berguna.

Berbeda jika yang Anda caci adalah orang yang masih hidup. Cacian Anda, atau ekspresi apa pun sebagai bentuk pengingkaran atas perilaku buruk orang lain, bisa saja menjadi perantara orang itu menyadari perilaku buruknya. Meski bisa saja malah bikin orang itu menjadi-jadi.

Yang jelas, ada pengaruhnya.

Alam dunia ini fase kemungkinan-kemungkinan, bukan alam akhirat yang menjadi fase pengganjaran dan pembalasan yang mesti dilewati melalui mati.

Sebab itu, jika Anda hanya bisa menegur keburukan orang lewat cacian–mungkin karena Anda pikir kendablegan hanya bisa dilawan dengan cara ndableg–lakukan saat ia masih hidup. Sedikit-banyak ada pengaruhnya.

Tapi, kenapa orang mencaci si mati, padahal mungkin ia tahu itu tiada arti?

Bisa jadi karena melampiaskan perasaan saja.

Bagi sebagian orang, mati adalah hukuman puncak di dunia–meski ini harus ditentang.

Jadi, ketika mati menghampiri orang yang dibenci, seperti ada kepuasan.

Ketika Anda merasa jengah dengan perilaku orang lain, dan kejengahan Anda sudah di level putus asa, Anda mungkin berpikir, “Kok gak mati aja sih orang kayak gini?!”

Perasaan dan pikiran yang manusiawi saja. Meski ekstrem.

Tapi ada kan yang kayak gitu? Ada.

Tapi, setiap hal yang muncul dari sisi manusiawi manusia tidak selalu benar. Tidak selalu sah untuk diekspresikan, dilampiaskan.

Salah satunya mencaci. Mencaci orang yang masih bernyawa, apalagi yang sudah tiada.

Kurang lebih, begitulah pemahaman sabda Rasulullah di atas. (HR. Al-Bukhari dan al-Nasai).

Satu lagi, jangan mencaci orang yang sudah mati. Itu akan menyakiti kerabat dan famili.

Kematian seseorang adalah kesedihan bagi keluarga. Cacian untuknya adalah kepedihan bagi mereka.

لا تسب الأموات فتؤذوا الأحياء

(HR. Al-Tirmidzi).

🤲

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Jangan Mencaci Orang yang Sudah Mati at Warung Nalar.

meta

%d bloggers like this: