Hijrah Meninggalkan Dunia Lawak

6 August 2019 § Leave a comment


Asy’ab adalah sosok historis—sebagian mengatakan dia sosok ahistoris—pertengahan abad ke-2 H dari Madinah. Seorang penghibur (menyanyi dan melawak).

Beberapa orang keturunan Abu Thalib menyarankan agar Asy’ab lebih baik meriwayatkan hadis saja ketimbang jadi pelawak. Disarankan meninggalkan lawakan.

“Itu lebih mulia buatmu,” kata mereka.

“Ya. Tentu saja,” kata Asy’ab. “Aku memang pernah menerima riwayat hadis.”

“Kalau begitu, riwayatkan kepada kami.”

Asy’ab kemudian menyebutkan hadis. Sanadnya bahkan merupakan salah satu rangkaian sanad paling sahih: dari Nafi’ dari Ibnu Umar.

حدّثني نافع عن ابن عمر أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: خلّتان من كانتا فيه كان من خالصة الله

“Aku meriwayatkan dari Nafi’ yang meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersabda, ‘Dua tabiat yang jika dimiliki oleh seseorang maka seseorang itu akan menjadi kekasih Allah.’”

“Hadis yang bagus,” kata para keturunan Abu Thalib itu. “Terus, dua tabiat yang dimaksud Rasulullah itu apa?”

“Yang satunya, Nafi’ lupa. Sedangkan yang satu lagi, aku yang lupa,” kata Asy’ab.

Teteup.

***

Sumber: ‘Uyun al-Akhbar karya Ibnu Qutaibah, 2/55.

Advertisements

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hijrah Meninggalkan Dunia Lawak at Warung Nalar.

meta

%d bloggers like this: