“Waktu di Mana”, “Momen di Mana”


  • Waktu-waktu di Mana Wanita Paling Sering Palsukan Orgasme. (detik dot com)
  • Kami menentukan waktu di mana anak-anak tak boleh menatap layar gadget. (Kompas dot com)
  • Selain itu, jika si astronot memilih melaksanakan ibadah puasa di luar angkasa, ia harus menggunakan waktu di mana astronot tersebut diterbangkan ke luar angkasa.  (tirto dot id)
  • Musim panas 2017 menjadi waktu di mana hati-hati yang gelisah memilih untuk tidak berdiam lagi di tempat yang sama. (kumparan dot com)

Setelah kata “waktu di mana” dan “momen di mana” (“momen” juga berarti “waktu”—tepatnya, “waktu yang singkat”), saya coba googling kata “time where”.

  • There’s never going to be a time where the Republican Party rallies around and says you have to get out or anyone has to get out for purposes of rallying around Donald Trump. (cbsnews dot com)
  • This is the time where they need to have those conversations about the people they can trust in their neighborhoods. (kens5 dot com)

Ternyata “time where” juga menjadi bahan diskusi kebahasaan di forum-forum para penutur bahasa Inggris.

Semula ingin membuat catatan “waktu di mana” dan “momen di mana” dengan uraian dan argumentasi diri sendiri. Namun, beberapa pendapat di diskusi di forum-forum para penutur bahasa Inggris rupanya mewakili pendapat yang saya nilai tepat. Jadi, untuk menghemat waktu dan pikiran, saya salin-tempel saja.

  • “When” relates to time. “Where” relates to place.
  • Time isn’t a place. Time is “when”.

Yang tepat dan logis secara gramatika memang “time when”. Namun, jika kemudian ada yang menulis atau mengatakan “time where”, apa boleh bikin. Apalagi, terutama dalam percakapan, terkadang kita tak memperkarakan apakah bahasa kita tertata sesuai tata bahasa atau tidak.

  • In everyday spoken English (in the USA) it is natural to say “the place where”, “the time when”. It is acceptable to interchange it and say the “time where” but not the “the place when”. I think “time where” it’s treated as a mistake with no difference in meaning from “the time when”.
  • “Time where” is not as idiomatic as “time when”, but not impossible.
  • I would consider it (“time where”) incorrect, but people say it in speech (some may write in in blogs).
  • The use of “where” in that setting is colloquial and not grammatically correct. There are parts of America where it is a common construction, though.

Intinya, “time where” atau “waktu di mana” atau “momen di mana” itu salah, namun dianggap bukan masalah—terutama dalam percakapan. Salah kaprah yang “universal” tampaknya. Tidak di sini dalam berbahasa Indonesia, tidak di sana dalam berbahasa Inggris.Kesalahan yang lazim sebab terbiasa.

Namun, bagi saya pribadi, yang salah tetap salah—mungkin juga Anda, penulis, penerjemah, editor. Dalam menulis atau menyunting, saya berusaha tertib bahwa “when” relates to time, “where” relates to place. “Di mana” hanya digunakan untuk menyertai kata yang menunjukkan “tempat”. Sedangkan untuk kata yang menunjukkan “waktu” bisa disertai dengan “ketika”, “saat”, “kala”, “masa”.

(Dalam tata bahasa Arab, “di mana” dan “ketika/saat” dalam contoh-contoh kalimat di atas bisa dipadankan dengan istilah “isim maushul” atau “kata sambung” dalam bahasa Indonesia).

Sebab itu, frasa “waktu di mana” dan “momen di mana” terasa aneh dan tak logis.

Jadi, contoh kalimat-kalimat di awal tulisan ini bisa diubah begini:

  • Waktu-waktu Saat Wanita Paling Sering Palsukan Orgasme. (Bisa juga cukup: “Waktu-waktu Wanita Paling Sering Palsukan Orgasme” atau “Saat-saat Wanita Paling Sering Palsukan Orgasme”).
  • Kami menentukan waktu ketika anak-anak tak boleh menatap layar gadget. (Bisa juga cukup: “Kami menentukan waktu anak-anak tak boleh menatap layar gadget”).
  • Selain itu, jika si astronot memilih melaksanakan ibadah puasa di luar angkasa, ia harus menggunakan waktu kala astronot tersebut diterbangkan ke luar angkasa. (Tips: “astronot tersebut” bisa diganti “ia”. Jadi: “Selain itu, jika si astronot memilih melaksanakan ibadah puasa di luar angkasa, ia harus menggunakan waktu kala ia diterbangkan ke luar angkasa”).
  • Musim panas 2017 menjadi waktu saat hati-hati yang gelisah memilih untuk tidak berdiam lagi di tempat yang sama. (Bisa juga cukup: “Musim panas 2017 menjadi waktu hati-hati yang gelisah memilih untuk tidak berdiam lagi di tempat yang sama”). Tips: hilangkan kata “untuk” agar lebih efektif. ” … memlilih tidak berdiam diri …”.

Kaidah untuk mempermudah:

  • “When” relates to time (“ketika” untuk “waktu”).
  • “Where” relates to place (“di mana” untuk “tempat”).

Kemubaziran yang cukup sering terjadi adalah frasa “tempat di mana”.

  • KALIMAT: “Puas berkisah, ia pun pamit kepada istrinya menuju Sekolah Dasar Mulyasejati IV, tempat di mana ia mengabdi.”(cnnindonesia dot com)
  • KOREKSI: Buang/gunakan salah satu. “Tempat” saja atau “di mana” saja: “… menuju Sekolah Dasar Mulyasejati IV tempat ia mengabdi” atau “… menuju Sekolah Dasar Mulyasejati IV di mana ia mengabdi”.

Sementara, kemubaziran sekaligus kesalahan yang bisa kita temukan adalah “waktu di mana”.

  • KALIMAT: “Gue yakin, akhir pekan adalah waktu di mana dunia memaklumi lo untuk senang-senang, leyeh-leyeh, dan boleh sehari saja enggak ngintip e-mail kantor.” (kumparan dot com)
  • KOREKSI: Buang kata “di mana”: “Gue yakin, akhir pekan adalah waktu dunia memaklumi lo untuk senang-senang, leyeh-leyeh, dan boleh sehari saja enggak ngintip e-mail kantor.”
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s