Kaffa Fakkahu Wa Fakka Kaffahu


 

syair

Di grup WA almamater ada yang kirim gambar berisi kalimat hikmah ini. Dari hasil googling, ada yang menyebut kalimat hikmah tersebut gubahan Al-Mutanabbi. Sastrawan besar Arab klasik yang syair-syairnya banyak dijadikan contoh dalam kitab-kitab balaghah.

Sebenarnya dari sisi i’rab, hikmah tersebut tidak terlalu rumit. Karena hanya berisi susunan mubtada-khabar dan fill-fa’il-maf’ul. Yang agak jelimet adalah diksinya. Hikmah tersebut bermain pada pilihan kata dengan tetap memperhatikan ketepatan makna. Karena itulah ia menjadi brilian dan indah.

Perhatikan …

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ كَفَّ فَكَّهُ وَفَكَّ كَفَّهُ

وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ فَكَّ فَكَّهُ وَكَفَّ كَفَّهُ

فَكَمْ مِنْ فَكَّةِ كَفٍّ كَفَّتْ فُكُوْكَهُمْ

وَكَمْ مِنْ كُفَّةِ فَكٍّ فَكَّتْ كُفُوْفَهُمْ

فَكُفُوا فُكُوكَكَم وَفُكُوا كُفُوفَكُمْ

Bagaimana membaca i’rabnya? Apa artinya?

Khoirunnasi man kaffa fakkahu wa fakka kaffahu

Wasyarrunnasi man fakka fakkahu wa kaffa kaffahu

 Fakam min fakkati kaffin kaffat fukukahum

Wakam min kuffati fakkin fakkat kufufahum

 Fakufu fukukakum wa fuku kufufakum

Sebaik-sebaik manusia adalah yang menutup mulutnya dan membuka tangannya.

Seburuk-buruk manusia adalah yang membuka mulutnya dan menutup tangannya.

Berapa banyak pemberian kecil yang membuat orang-orang menutup mulut.

Berapa banyak orang pelit yang membuat orang-orang membuka tangan.

Tutuplah mulut kalian. Bukalah tangan kalian.

Secara umum, hikmah itu bermakna agar kita tak banyak omong. Agar kita lebih banyak bertindak.

Yang menimbulkan perbedaan pemahaman—bahkan di kalangan penutur asli bahasa Arab di forum-forum yang saya temukan di internet—adalah kalimat baris ketiga dan keempat.

Ada yang memahami, makna baris ketiga dan keempat itu adalah bahwa jika Anda mau memperhatikan nasib orang-orang tak berpunya, Anda akan menyelamatkan mereka dari tindakan meminta-minta. Mereka akan “menutup mulut” dari tindakan mengemis. Sebaliknya, jika Anda mengabaikan mereka, Anda sama dengan membiarkan mereka “membuka tangan” mereka, menjulurkannya kepada orang lain untuk meminta-minta.

Ada juga yang memahami baris ketiga dan keempat itu bahwa jika Anda memperhatikan nasib orang-orang tak berpunya, mereka akan mendoakan Anda dengan kebaikan-kebaikan (“orang-orang menutup mulut” adalah simbol mereka berdoa dari hati). Sebaliknya, jika Anda pelit dan medit, Anda sama dengan mengundang orang lain mendoakan Anda dengan keburukan-keburukan (“orang-orang membuka tangan” adalah simbol mereka mengungkapkan kekecewaan dan mendoakan buruk Anda dengan lantang).

Maka, pesan hikmah itu untuk Anda, orang yang berpunya: Tutuplah mulut kalian. Jangan banyak omong. Bukalah tangan kalian. Bantulah orang-orang yang tak mampu. Agar Anda menjadi sebaik-baik manusia.

Kira-kira demikian yang saya pahami. Mungkin Anda lebih mengerti. Jika ada yang keliru, silakan dikoreksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s