Kuliah Bahasa Bulan Puasa: Persamaan dan Perbedaan “Shaum” dan “Shiyam”


“Shaum” atau shiyam” adalah bentuk mashdar dari kata shamayashumu. Keduanya sama-sama disebut dalam Al-Quran. “Shaum” disebutkan sekali, yaitu dalam surah Maryam ayat ke-26: fakuli wa-syrabi wa qarri ‘ainan fa imma tarayinna min al-basyar ahadan faquli inni nadzartu li al-rahman shauma, fa lan ukallima al-yauma insiyya. Makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seseorang, katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar shaum untuk Tuhan Yang Maha Pemurah; aku tidak akan berbicara dengan seorang pun pada hari ini.”

Jumhur mufasir mengartikan kata shauma dengan shamt (perihal diam, perihal tidak berkata-kata—menahan diri dari berkata-kata). Arti itu dipertegas dengan kalimat berikutnya: fa lan ukallima al-yauma insiyya. Aku tidak akan berbicara dengan seorang pun pada hari ini.

Sedangkan shiyam” dalam Al-Quran disebutkan tujuh kali:

  1. Dalam surah Al-Baqarah ayat ke-183: ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikum al-shiyam kama kutiba ‘alalladzina min qablikum la’allakum tattaqun. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian
  2. Dalam surah surah Al-Baqarah ayat ke-187: uhilla lakum lailah al-shiyam al-rafatsu ila nisa’ikum. Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa untuk berhubungan intim dengan istri-istri kalian.
  3. Dalam surah Al-Baqarah ayat ke-196: faman kana minkum maridhan au bihi adzan min ra’sihi fa fidyatun min shiyamin au shadaqatin au nusuk. Jika ada di antara kalian yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur) maka wajiblah atasnya fidyah, yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkorban.
  4. Dalam surah Al-Nisa ayat ke-92: fa man lam yajid fa shiyamu syahraini mutatabi’aini taubatan minallah. Barang siapa tidak memperolehnya maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan tobat dari pada Allah.
  5. Dalam surah Al-Maidah ayat ke-89: fa man lam yajid fa shiyamu tsalatsati ayyam dzalika kaffaratu aimanikum. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian maka kaffaratnya puasa selama tiga hari.
  6. Dalam surah Al-Maidah ayat ke-95: … waman qatalahu muta’ammmidan fa jaza’un mitslu ma qatala min al-ni’ami yahkumu bihi dzawa adlin minkum hadyan baligh al-ka’bati au kaffaratun tha’amu masakina au ‘adlu dzalika shiyama. Wahai orang-orang beriman, janganlah membunuh hewan buruan ketika kalian sedang berihram (haji atau umrah). Barang siapa membunuhnya dengan sengaja maka dendanya ialah mengganti hewan ternak yang sepadan dengan buruan yang dibunuhnya menurut putusan dua orang adil di antara kalian sebagai hadyu yang dibawa ke Ka’bah, atau kaffarat (membayar tebusan) dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa ….
  7. Dalam surah Al-Mujadalah ayat ke-4: faman lam yajid fa shiyamun syahraini mutatabi’ani min qabli an yatamassa. Barang siapa yang tidak mendapatkan (budak) maka wajib baginya berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur.

Seluruh kata shiyam” di ketujuh ayat Al-Quran itu bermakna puasa secara fikih, yaitu tidak makan, tidak minum, dan tidak berhubungan intim sejak tiba waktu subuh hingga jumpa waktu maghrib—sebagaimana puasa yang sedang kita kerjakan pada Ramadan ini.

Jadi, kata shaum” atau shiyam” dalam Al-Quran digunakan secara berbeda.

Shaum” dalam surah Maryam di atas merujuk pada arti umum, yaitu al-imsak ‘an ayyi fi’lin au qaulin kana. Menahan diri dari tindakan atau ucapan. Dalam konteks ayat itu, shaum” tersebut berarti “menahan diri dari ucapan” atau “tidak berkata-kata” atau “diam”.

(Dalam kamus Lisan al-‘Arab karya Ibnu al-Mandzur, “shaum” artinya “tark al-tha’am wa al-syarrab wa al-nikah wa al-kalam” atau “tak makan, minum, berhubungan intim, dan berkata-kata”).

Sedangkan shiyam” di ketujuh ayat di atas merujuk pada arti spesifik, yaitu arti secara fikih: imsak ‘an al-‘akl wa al-syurb wa al-jima’ min thulu’ al-fajr ila ghurub al-syams ma’a al-niyyah. Tak makan, tak minum, dan tak berhubungan intim sejak fajar terbit hingga matahari terbenam.

Kesimpulannya, perbedaan shaum” dengan shiyam” adalah perihal umum dan khusus. Shaum” lebih umum daripada shiyam”. Jika shiyam” hanya digunakan untuk arti berpuasa secara fikih yaitu “menahan diri dari makan-minum-seks”, shaum” digunakan untuk semua yang dimaksud dalam arti “menahan diri”. Puasa Ramadan atau puasa Senin-Kamis bisa disebut shiyam”, juga bisa disebut shaum”.

Dalam hadis-hadis, Nabi menggunakan kata “shaum” dan juga shiyam” untuk sama-sama arti puasa secara fikih.

La shauma fauqa shaumi dawuda ‘alaihissalam shathr al-dahr. Shum yauman wa afthir yauman (HR. Al-Bukhari). Tidak ada puasa yang melebihi keutamaan puasa Nabi Dawud ‘alaihissalam, yaitu berpuasa dalam setengah tahun. Satu hari berpuasa, satu hari tidak berpuasa (selang-seling).

Ahabbu al-shalati ilallah shalatu dawuda ‘alaihi salam. Wa ahabbu al-shiyami shiyamu dawuda (HR. Al-Bukhari). Shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Nabi Dawud. Dan puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Nabi Dawud.

Shiyam” adalah bagian dari arti shaum”. Sementara, “shaum” tidak pasti berarti “shiyam”. Menahan diri dari angkara murka, menahan diri dari mengungkapkan rasa cinta, menahan diri dari mencaci sesama … semua itu disebut “shaum” dan tidak bisa disebut “shiyam”.

Barangkali dari sini kita tahu hikmah kenapa dalam niat puasa yang digunakan adalah diksi “shaum”, bukan “shiyam”: Nawaitu shauma ghadin ‘an adai fardhi syahri ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala, yaitu, agar kita tak hanya berpuasa secara fikih, tak hanya menahan diri dari makan, minum, seks, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa secara fikih, tapi juga berpuasa dari segala hal dan sifat buruk. Menahan diri dari makan-minum-seks hanyalah bagian kecil dari shaum  yang kita niatkan dalam setiap berpuasa.

Dari sini kita juga tahu hikmah lain: kenapa yang diwajibkan oleh Allah adalah shiyam, bukan shaum (ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikum al-shiyam), yaitu karena shaum  lebih berat daripada shiyam. Jika shiyam diwajibkan hanya pada siang hari Ramadan, shaum diwajibkan pada setiap saat di sepanjang hayat.

Shaum adalah capaian dari shiyam.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s