Hizbut Tahrir Versus ISIS


hizb ut-ta'khir
sumber: theguardian.com

Saya berpikir dua hal mengenai sikap Hizbut Tahrir terhadap sistem khilafah yang dideklarasikan ISIS: pertama, Hizbut Tahrir memandang kekhilafahan ISIS sebagai bagian dari keragaman dalam berkhilafah. Kekhilafahan ISIS adalah benar, meski tak harus dikuti. Maka, jika benar-benar tegak, kekhilafahan Hizbut Tahrir pun benar meski telah ada kekhilafahan ISIS yang lebih dulu tegak secara sistematis. Jika kemudian ada kelompok lain yang mendeklarasikan khilafah baru maka juga sahih. Semua khilafah sah demi keragaman dalam berkhilafah.

Tapi, pikiran semacam itu jelas tertolak. Sebab, khilafah adalah sistem kepemimpinan satu atap untuk kaum muslim seluruh dunia. Kaum muslim di seluruh dunia berada di bawah satu sistem yang sama dan dipimpin oleh seorang khalifah.

Karena tidak mungkin ada banyak sistem khilafah dengan khalifah masing-masing, bagaimana dengan pikiran kedua: Hizbut Tahrir mengesahkan dan mengakui sistem khilafah ISIS dan berbaiat kepada Amirul Mukminin ISIS Abu Bakar al-Quraisyi al-Husaini al-Bagdadi. Artinya, Hizbut Tahrir mendukung dan mengakui ISIS dalam menegakkan khilafah, termasuk dengan jalan kekerasan.

Pikiran seperti ini juga jelas sangat tidak mungkin. Kita mengenal gaya Hizbut Tahrir selama ini yang tak menggunakan jalan kekerasan dalam menyebarkan gagasan-gagasan khilafah.

Dua pikiran itu akhirnya gugur secara pasti setelah saya membaca pernyataan resmi Amir Hizbut Tahrir di situs Hizbut Tahrir Indonesia menyikapi proklamasi khilafah oleh ISIS. Ada tujuh poin pernyataan yang bisa Anda baca secara lengkap di sana. Intisari penting pernyataan Amir Hibzut Tahrir itu antara lain (di poin 1 sampai dengan 4):

  • Proklamasi organisasi itu (ISIS) atas al-Khilafah adalah ucapan sia-sia (laghwun) tanpa isi;
  • Proklamasi ISIS atas tegaknya al-Khilafah adalah ucapan sia-sia (laghwun), tidak layak diperhatikan untuk dibahas.

Agak mengejutkan. Hizbut Tahrir menganggap ISIS adalah sia-sia dan tak layak dibahas. Alasannya adalah khilafah ala ISIS tidak sesuai dengan thariqah Rasulullah, tidak sesuai dengan jalur yang digariskan Rasulullah perihal kekhilafahan. Hizbut Tahrir lalu menyebut (secara tersirat di poin 5 dan 6) bahwa—yang ini tak mengejutkan—ISIS adalah sebuah konspirasi, persekongkolan orang-orang jahat dari Timur dan Barat untuk melakukan tipu daya terhadap Islam dan khilafah. (Tak jauh beda seperti PKS yang menolak ISIS, ISIS bukan Islam, karena merupakan konspirasi Amerika, Inggris, dan Israel). Orang-orang jahat itu tidak bisa memadamkan api khilafah. Karenanya, yang bisa mereka lakukan adalah mengaburkan dan mendangkalkan makna khilafah melalui ISIS sehingga khilafah tinggal nama tanpa isi. ISIS adalah rekayasa untuk memalsukan wajah khilafah, untuk memperburuk citra khilafah sehingga orang-orang tidak hanya tak mengenali khilafah yang hakiki, tapi juga kebencian mereka kepada khilafah semakin kafah.

Khilafah ala ISIS adalah pencemaran nama baik khilafah yang hakiki. Sangat jauh berbeda dengan cita-cita ideal yang dibayangkan Hizbut Tahrir. Begitu, barangkali, menurut Hizbut Tahrir.

Namun, tudingan Hizbut Tahrir itu hanya benar menurut Hizbut Tahrir sendiri. Sebab, ISIS mengklaim kekhilafahan mereka sesuai jalan yang ditunjukkan Nabi. ISIS menyebut sistem khilafah mereka dengan al-Daulah al-Islamiyyah khilafah ‘ala Minhaj al-Nubuwwah atau Negara Islam, Khilafah sesuai Jalan Kenabian.

Hizbut Tahrir dan ISIS sama-sama mengklaim gagasan khilafah mereka sesuai jalan yang ditunjukkan Nabi Muhammad. Saling mengaku khilafah masing-masing adalah sah. Namun, jelas, Hizbut Tahrir telah kalah satu langkah. Saat ISIS telah mendorong maju gagasan khilafah ke tataran penegakan, Hizbut Tahrir masih terpaku di tataran gagasan.

Inilah yang menjadi objek risakan (bullying) terhadap Hizbut Tahrir. Beberapa waktu lalu beredar meme sindiran untuk Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir (berarti “Partai Pembebasan”) dipelesetkan menjadi Hizbut Ta’khir (berarti “Partai Penundaan”) sebagai ejekan untuk Hizbut Tahrir yang telah puluhan tahun (usia Hizbut Tahrir kini 62 tahun) berjuang menegakkan khilafah, tapi yang mampu dikerjakannya hanya mengadakan konferensi-konferensi, menyebarkan buletin Jumat di masjid-masjid berisi artikel menyikapi beragam situasi, menimbun bendera dan umbul-umbul yang sewaktu-waktu dikibarkan sebagai unjuk eksistensi, melakukan aksi-aksi menyeru “khilafah adalah solusi” … sementara khilafah ala mereka sendiri tak kunjung tegak dan terealisasi. Soal gagasan khilafah, mereka jago bicara-banyak gaya, sementara soal penegakan khilafah, mereka selalu menunda-nunda.

Hizbut Tahrir dianggap mengkhayal mampu menegakkan khilafah karena tak mau menempuh jalan jihad (perang).

Meme yang—agaknya untuk membandingkan dengan gerakan ISIS sebagai sesama “pejuang khilafah”—seakan ingin mencebik Hizbut Tahrir: sudah seusia orang tua renta, soal khilafah masih saja dalam tataran gagasan, sementara ISIS yang masih berusia balita sudah dalam tataran penegakan.

Jika selama ini Hizbut Tahrir memiliki musuh konvensional bernama demokrasi maka kini Hizbut Tahrir memiliki musuh “syariah” bernama ISIS. Jika musuh konvensional itu datang dari luar, musuh “syariah” tersebut datang dari dalam, dari tubuh umat Islam sendiri, mengatasnamakan khilafah pula. Saat Hizbut Tahrir telah bersusah-payah berupaya menghidupkan kembali gagasan khilafah dengan penuh cinta, di sisi lain ISIS telah begitu gagah menegakkan khilafah dengan penuh murka.

2 thoughts on “Hizbut Tahrir Versus ISIS

  1. tapi alhamdulillah juga sih kalau HT smpai sekarang hanya berkutat pada gagasan. Klau sudah smpai ke tahap penegakan bisa banyak yang repot.

    Like

  2. yg repot adalah negara kafir penjajah yg ketika khilafah berdiri mereka tidak akan bisa lg menjajah negri2 kaum muslimin

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s