“Apa kesamaan FPI, Jonru dan PKS?” Jawab: ‘Islam!’


Untitled

Twit Ade Armando itu bisa berarti menghina Islam—sebagaimana yang kini diberitakan, juga bisa berarti tidak menghina Islam. Tergantung Anda menafsirkannya.

Ada dua—katakanlah—ilmu untuk membaca teks twit itu sebagai acuan nilai apakah twit mantan kolumnis “Resonansi” Republika itu menghina Islam atau tidak menghina Islam.

Yang pertama kaidah ilmu balagah, yaitu bab tasybihyang secara sederhana berarti penyamaan beberapa objek karena memiliki unsur kesamaan atau “wajh al-tasybih”.

FPI adalah ormas Islam.

Jonru adalah orang Islam.

PKS adalah (bagaimana menyebutnya?) partai-para-politisi-dan-simpatisan-sebagian-orang-orang-Islam.

Masing-masing berunsur Islam. Jika unsur itu kita sepakati sebagai unsur kesamaan atau “wajh al-tasybih”, tentu saja twit Ade Armando itu tidak ada masalah. Memang benar FPI, Jonru, dan PKS adalah Islam. Masalahnya apa? Tidak ada. Wong benar, sama-sama Islam.

Nah, kecuali jika memang kita buat masalah. Di sinilah kita gunakan ilmu kedua.

Ada sebuah pernyataan sangat populer Ali ibn Abi Thalib yang sering dikutip dalam kajian-kajian tafsir. Begini: Hadza al-Quran innama huwa khaththun masturun baina dafatain la yanthiqu wa innama yanthiqu bih al-rijal. Al-Quran adalah teks yang tersembunyi di antara dua sisi. Ia tak berbicara. Manusialah yang membuatnya bicara.

Maksudnya adalah manusialah, pembacalah yang membuat sebuah teks bermakna melalui penafsiran—yang tentu saja orang-orang akan memiliki penafsiran dan pemahaman yang sama atau sama sekali berbeda.

Itulah yang terjadi pada twit Ade Armando. Orang-orang bebas menafsirkan dan memahami twit itu secara seragam atau beragam.

Sah jika ada orang yang menafsirkan twit itu tidak menghina Islam. Karena memang tidak ada unsur penghinaan. Di mana letak penghinaannya? FPI, Jonru, dan PKS memang (berunsur) Islam, bukan?!

Dan sah pula jika ada orang yang memahami twit itu mengina Islam dan Anda bisa menuduh Ade Armando sebagai penghina Islam. Di mana letak penghinaannya? Misal, Anda menilai FPI identik dengan kekerasan dan kata-kata kotor, lalu Anda berkesimpulan Islam juga identik dengan kekerasan dan kata-kata kotor karena FPI bagian dari Islam (atau Islam membawahi FPI).

Dalam struktur ilmu mantik atau silogisme kategorial, begini:

Premis mayor: FPI Islam.

Premis minor: FPI identik dengan kekerasan dan kata-kata kotor.

Premis simpulan: Islam identik dengan kekerasan dan kata-kata kotor.

Atau, Anda menilai Jonru identik dengan fitnah, lalu Anda berkesimpulan Islam juga identik dengan fitnah karena Jonru bagian dari umat Islam (atau Islam membawahi Jonru).

Atau dalam strukturnya, begini:

Premis mayor: Jonru Islam.

Premis minor: Jonru identik dengan fitnah.

Premis simpulan: Islam identik dengan fitnah.

Silakan terapkan juga untuk PKS.

Maka, sah Andaikan Anda MEMAHAMI twit Ade Armando itu menghina Islam jika Anda BERPIKIR bahwa FPI identik dengan kekerasan dan kata-kata kotor, bahwa Jonru identik dengan fitnah, bahwa PKS identik dengan (entah apa)—yang kemudian Anda generalisasi Islam juga identik dengan kekerasan, kata-kata kotor, dan fitnah.

Pertanyaannya: Apakah Anda benar-benar berpikir FPI adalah biang kekerasan dan Jonru adalah tukang fitnah? Jika ya, imbas pikiran Anda dalam konteks twit Ade Armando adalah bahwa Islam memang sama dengan FPI dalam unsur kekerasan, bahwa Islam sama dengan Jonru dalam unsur fitnah.

Dan jika mau berpikir, pikiran semacam itu sesungguhnya adalah bumerang. Jika Anda menilai twit Ade Armando itu menghina Islam, sesungguhnya Anda jelas telah menghina FPI, menghina Jonru, dan menghina PKS. Anda berpikir twit Ade Armando menghina Islam sesungguhnya adalah legitimasi bahwa FPI memang biang kekerasan dan Jonru sungguh-sungguh tukang fitnah.

Nah, kenapa ilmu kedua ini ada? Kenapa Ali ibn Abi thalib menyatakan bahwa manusialah yang membuat Alquran berbicara? Sebab, Allah sebagai “pembuat pernyataan” berupa Alquran tidak dapat dikonfirmasi. Anda tidak bisa menemui Allah secara tatap muka dan menanyakan langsung apa maksud ayat ini, apa makna ayat itu. Karenanya Anda diperkenankan memahami dan menafsirkan setiap firman Allah. Namun, bagaimana pun pemahaman dan penafsiran Anda itu, hanya Allah yang tahu makna sesungguhnya.

Bagimana dengan twit Ade Armando itu? Anda bebas memahaminya sebagai penghinaan atau bukan sebagai penghinaan sama sekali. Namun, hanya Ade Armando yang paling tahu maksud twitnya sendiri.

Dan, karena Ade Armando ini bisa ditemui dan dimintai konfirmasi—bukan Tuhan—, Anda bisa bertanya kepadanya soal twitnya itu—bagusnya secara langsung. Saya mengamati saja.

One thought on ““Apa kesamaan FPI, Jonru dan PKS?” Jawab: ‘Islam!’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s