Penghuni Neraka


Apakah penghuni neraka kelak sengsara di neraka?

“Penghuni neraka akan lebih bahagia di neraka ketimbang saat di dunia,” kata Maulana Rumi. “Di sana mereka senantiasa ingat Tuhan. Dan tak ada yang lebih nikmat selain mengingat Tuhan.”

“Pun jika saat di neraka mereka ingin kembali ke dunia, mereka sekadar ingin menjalankan amalan-amalan yang mengantarkan pada kebaikan Tuhan, bukan karena kehidupan dunia lebih menyenangkan.”

Bagi Rumi, neraka adalah tempat terapi—untuk mengenalkan Tuhan—bagi orang-orang pengidap penyakit lalai di dunia. Terapi terhadap tiap-tiap orang berbeda tergantung tingkat kelalaian. Tindakan terhadap orang munafik lebih berat ketimbang tindakan terhadap orang kafir.

Munafik adalah orang yang hatinya sesungguhnya dirasuki keimanan, namun kekufurannya yang begitu parah dan begitu kuat telah melumpuhkan keimanan itu. Berbeda dengan orang kafir. Ia tidak mengenal Tuhan hanya karena keimanan tak merasuki hatinya.

Orang munafik ibarat karpet berdebu: untuk membersihkannya butuh vacuum cleaner atau sapu lidi dengan cara dipukul-pukul dan disapu. Orang kafir ibarat kerudung berdebu: cukup dikibas-kibaskan agar bersih.

Tentu saja, seseorang takkan selamanya berada di tempat terapi. Ia akan pulang jika telah sembuh.

Dan tak ada tempat pulang selain surga jika telah keluar dari neraka.

2 thoughts on “Penghuni Neraka

  1. wah, ini kalau dihayati dengan salah penafsiran, bisa bahaya ini–kayaknya. hehehe.
    terimakasih ilmunya kak…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s