Majnun Mabuk Cinta

25 September 2013 § 1 Comment


“Kalau kau mau, kami bisa mendatangkan perempuan yang lebih cantik untukmu,” kata orang-orang. Tapi, Majnun bergeming. Baginya, tak ada yang mampu mengalihkan hatinya dari Laila.

“Kalian tak mengerti. Aku mencintai Laila buka karena rupa dan penampilannya,” kata Majnun.

“Saat memiliki gelas, yang terpenting dan yang paling membahagiakan bukanlah bentuk gelas itu, melainkan ketika aku bisa menikmati anggur dengan gelas tersebut.”

“Kalian sebaliknya: merasa puas cukup dengan bentuk gelas, tapi tak tahu apa yang paling penting dari sebuah gelas.”

“Tak ada artinya gelas emas berhias permata tapi isinya cuka. Wadah tua dan rusak berisi anggur bagiku lebih baik ketimbang seratus gelas emas berisi cuka.”

Suatu ketika, Khalifah berkata kepada Laila, “Kau benar, perempuan yang membuat Majnun gila dan tersesat itu? Padahal kau tidak cantik-cantik amat. Tidak lebih cantik ketimbang perempuan-perempuan lain.”

Laila menjawab, “Diamlah! Kau bukan Majnun!”

Demikian kisah Majnun yang mabuk cinta yang saya sadur dari Fihi Ma Fihi dan Matsnawi. “Cinta menjadikan sesuatu tampak menawan,” kata Jalaluddin Rumi, penulis mahakarya tersebut. “Namun, yang tampak menawan tak selalu menyebabkan jatuh cinta.”

Menurut Rumi, hanya gairah cinta dan rindu yang mampu membentuk pandangan seseorang atas sesuatu secara lebih esensial. Mampu memahami bahwa isi jauh lebih berharga ketimbang bentuk wadah.

Seperti roti dalam pandangan orang yang kenyang dan orang yang kelaparan. Bagi orang pertama, roti tersebut hanyalah roti. Sementara bagi orang kedua, roti itu bisa menjadi penyambung hidup. Orang yang kenyang memandang roti tanpa hasrat sehingga roti itu tak tampak istimewa. Orang yang kelaparan memandang roti dengan penuh gairah karena ia tahu hal paling penting dari roti tersebut baginya.

Selamat jatuh cinta!

Advertisements

Tagged: , , , , ,

§ One Response to Majnun Mabuk Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Majnun Mabuk Cinta at Warung Nalar.

meta

%d bloggers like this: