Kiamat


Ada 20 lebih nama untuk Hari Kiamat dalam Al-Quran.  Di antaranya adalah al-Qari’ah, Yaum al-Din, dan Al-Hâqqah. Saya sengaja menyebut tiga nama itu untuk beberapa alasan.

Al-Qari’ah. Ma al-Qari’ah? Wa ma adraka ma al-Qariah? Hari Kiamat. Apakah Hari Kiamat itu? Tahukah kamu apa Hari Kiamat itu?  (al-Qariah: 1-3).

Wa ma adraka Yaum al-Din? Tsumma ma adraka ma Yaum al-Din? Tahukah kamu apa Hari Kiamat itu? Sekali lagi, tahukah kamu apa Hari Kiamat itu? (al-Infithar: 17-18)

Al-Hâqqah. Ma al-Hâqqah? Wa ma adraka ma al-Hâqqah? Hari Kiamat. Apakah Hari Kiamat itu? Tahukah kamu apa Hari Kiamat itu? (al-Hâqqah: 1-3)

Kata al-Qari’ah, Yaum al-Din, dan Al-Hâqqah disebut berulang-ulang. Ada makna dalam pengulangan itu, bahwa apa yang hendak diberitahukan kepada Nabi itu sesuatu yang sangat penting atau baru (mungkin pada masa itu) dan menuntut perhatian sehingga pengetahuan tentangnya perlu diulang-ulang dan ditekankan.

Selanjutnya, Al-Quran menggunakan kata “ma adraka” (tahukah kamu) terkait ketiga kata di atas. Menurut Imam al-Syaukani dalam Fath al-Qadir , kata tanya “ma adraka”  menunjukkan sesuatu yang ditanyakan adalah hal-hal yang sulit dijangkau hakikatnya oleh nalar manusia. Dari ayat-ayat di atas kita tahu kebenaran Hari Kiamat, namun hanya sebatas itu. Kita takkan pernah bisa tahu kapan dan bagaimana hari itu terjadi. Manusia mungkin bisa membayangkan kondisi kehancuran dunia saat gunung-gunung beterbangan bagai kapas tertiup angin. Namun, kelak, kenyataannya barangkali bisa lebih dahsyat daripada itu atau bahkan sama sekali tak seperti itu. Barangkali manusia bisa memprediksi secara ilmiah (atau sekadar meramal) kapan Kiamat terjadi. Faktanya, beberapa ramalan Kiamat menjadi guyonan belaka. Dan, 21-12-12 (atau 12-21-12 dalam penulisan bahasa Inggris) menjadi troll of the century.

Misteri Kiamat itu seperti misteri lailatul qadar. Al-Quran juga menggunakan “ma adraka” untuk “malam seribu bulan itu”. Inna anzalnahu fi lailah al-qadr. Wa ma adrakama lailah al-qadr. Kami turunkan Al-Quran pada malam lailatul qadar. Tahukah kamu apa lailatul qadar itu? (al-Qadr: 1-2).

Al-Quran memberi tahu kebenaran lailatul qadar dan pengetahuan kita tak lebih daripada itu. Bahkan Nabi sendiri tak tahu kapan waktu pasti lailatul qadar. Nabi pernah dipertemukan dengan lailatul qadar, tapi lalu Allah membuatnya lupa. Maka, Nabi hanya memperkirakan bahwa lailatul qadar mungkin terjadi pada sepuluh terakhir Ramadan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s