Amal Apakah yang Paling Utama?


Abdullah ibn Mas’ud bertanya kepada Rasulullah tentang amal yang paling utama. “Mengerjakan shalat pada awal waktu,” jawab Rasulullah. “Apa lagi?” tanya Ibn Mas’ud kembali. “Berbakti kepada orangtua,” jawab Rasulullah. “Lalu, apa?” Ibn Mas’ud bertanya lagi. Rasulullah menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ibn Mas’ud mengatakan, seandainya ia bertanya lagi, niscaya Rasulullah juga akan menjawab (HR. Bukhari).

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah pernah ditanya tentang amal yang paling utama. Rasulullah menjawab, “Iman kepada Allah,” (HR. Muslim).

Abu Qatadah mengatakan, ia pernah mendengar Rasulullah menyebutkan bahwa berjihad di jalan Allah dan beriman kepada-Nya adalah amal yang paling utama (HR. Tirmizi).

Dalam penelitian Ibnu Hajar al-Asqalani (penulis Fath al-Bari, kitab syarahShahih al-Bukhari), ada banyak hadis yang menunjukkan bahwa shalat lebih utama ketimbang sedekah, namun pada saat yang sama tak sedikit hadis yang menjelaskan jika sedekah lebih utama dibanding shalat.

Pernyataan-pernyataan berbeda dari sumber yang sama, Rasulullah. Dan hadis-hadis tersebut sama-sama berstatus sahih. Jadi, apakah amal yang paling utama?

Dalam disiplin ilmu hadis, jika ada dua atau lebih hadis yang redaksi masing-masing menunjukkan makna berbeda-beda (bahkan bertentangan)—pada tema yang sama—dan hadis-hadis tersebut sama-sama berstatus sahih maka tindakan yang pertama dipilih adalah al-jam’u atau kompromi makna, yaitu (di antara caranya) dengan menelaah asbab al-wurud atau konteks hadis-hadis yang dimaksud. Metode al-jam’u memberikan kesimpulan bahwa tiap-tiap hadis yang tampaknya saling bertentangan adalah benar menurut  asbab al-wurud masing-masing.

Maka, menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, perbedaan jawaban Rasulullah tentang amal yang paling utama di atas lahir dari perbedaan kondisi sahabat si penanya. Rasulullah mempertimbangkan apa sebenarnya yang dibutuhkan si penanya; apa kecenderungan yang disukai si penanya; apa yang pantas dan prioritas bagi kehidupan si penanya. Dengan begitu, jawaban Rasulullah atas setiap pertanyaan tepat sasaran, mudah diterima, dan tidak memberatkan.

Selain pertimbangan kondisi pribadi si penanya, kondisi sosial juga menjadi pertimbangan Rasulullah dalam menjawab pertanyaan. Pada masa permulaan Islam, yang menjadi prioritas adalah memperjuangkan eksistensi dan stabilitas Islam. Maka, amal yang paling utama pada masa itu adalah jihad, menjaga dan mempertahankan diri dari segala sesuatu yang tak menghendaki benih-benih Islam tumbuh dan berkembang. Tatkala eksistensi dan stabilitas itu telah diraih, saat shalat dan ritual lain dijalankan tanpa rasa takut dan tiada lagi intimidasi dari orang-orang Quraisy, maka jihad bukan lagi prioritas. Tak lagi menjadi amal yang paling utama.

Jadi, jika kita melihat hadis-hadis di atas dari disiplin ilmu hadis, kita akan tahu hadis-hadis itu benar dalam situasi masing-masing, dan amal yang ditunjukkan hadis-hadis tersebut paling utama menurut konteks masing-masing.

Kemudian, jika menerima pendapat Ibnu Hajar al-Asqalani di atas, kita sebenarnya bisa mengukur dan menentukan untuk diri kita sendiri amal apakah yang paling utama untuk kita, baik sebagai pribadi maupun dalam lingkup sosial di mana kita berada. Dan karena saat ini kita hidup pada masa yang sama sekali berbeda dengan masa Nabi, ketika persoalan dunia dan agama jadi lebih beragam, maka cakupan amal paling utama juga beragam, melebihi dari yang tercatat di hadis-hadis. Bagi sebagian orang, barangkali amal yang paling utama untuknya adalah sedekah dan menyejahterakan orang-orang di sekitarnya. Bagi sebagian yang lain, yang paling utama adalah shalat. Sebagian yang lain, berbakti kepada orangtua. Sebagian yang lain, mencari nafkah. Sebagian yang lain, berdakwah. Sebagian yang lain, mengajar. Sebagian yang lain, jadi ilmuwan. Sebagian yang lain, menulis. Dan lain-lain. Wallahu a’lam bi al-shawab.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s