ilahi atau Ilahi (i kecil atau I BESAR)?


Mengoreksi naskah dan menemukan kalimat: …  keduanya berjalan seiring, sejalan, dan serasi dalam jalinan Ilahi. 

Fokus ke “Ilahi” … KBBI sudah benar dengan memberi dua arti untuk kata itu (sesuai dengan arti dari bahasa aslinya, bahasa Arab): 1) “Tuhanku” (sebagai nomina), 2)  “mempunyai sifat-sifat Tuhan” (sebagai adverbia).

Dengan terlebih dahulu tahu ingin bermaksud menyatakan “ilahi” sebagai nomina atau adverbia, kita tahu dengan i kecil (ilahi) atau I BESAR (Ilahi) kita menuliskannya. “I” Besar (Ilahi) untuk nomina, artinya Tuhanku, Allahku. seperti dalam doa: Ilahi, anta maqsudi, waridaka mathlubi … Ilahi, Kaulah tujuanku, rida-Mu kucari.

Dan  “i” kecil (ilahi) untuk adverbia, artinya “mempunyai sifat-sifat Tuhan” atau “ketuhanan”. Itu seperti kita menulis “islami” (“i” kecil) yang artinya “mempunyai sifat2 Islam” atau “keislaman” (jadi rangkaian kata “bersifat islami” sesungguhnya kurang tepat. Sebab, dalam “islami” sendiri sudah punya arti “sifat”).

“Cahaya ilahi” … jika yang kita maksud adalah “cahaya milik Tuhanku” maka semestinya ia menggunakan “I” BESAR (cahaya Ilahi). Jika yang dimaksud adalah “cahaya ketuhanan” maka menggunakan “i” kecil (cahaya ilahi).

Jadi, tidak tepatlah penggunaan “Ilahi” (“I” BESAR) dalam kalimat ini … keduanya berjalan seiring, sejalan, dan serasi dalam jalinan Ilahi.

Sebab jika melihat konteks kalimatnya, yang dimaksud adalah “jalinan yang mempunyai sifat-sifat Tuhan” atau “jalinan ketuhanan”, bukan “jalinan Tuhanku”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s