Dialog Mata dan Mati


Kalbu berkata kesal kepada mata,
“Hei, kau telah membuatku gelisah.
Sebagai utusan raga, kau hanya
menangkap dan menyerap penyakit.
Dan, akulah yang menanggung sakit.”

Mata balas berkata,
“Ah, bukankah kau ruang hasrat?!
Dan, aku hanya mengikuti hasratmu.
Justru kau yang sering membuatku
terbuai angan-angan dan keinginan.
Apalah aku ini?!”

Aku memaki keduanya,
“Diam, semuanya!
Kalian pembunuh!”

______________________________
*disadur dari sebuah syair dalam buku “Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin” [Taman para Kekasih & Wisata Cinta para Perindu] hal. 91 karya Ibn Qayyim al-Jauziyyah.

One thought on “Dialog Mata dan Mati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s