Zikir


seperti biasa
tuhan hadir mengangkasa di kegelapan alam
seruannya memecah keheningan pucuk malam
seperti seruan emak kepada anaknya:

“man yad’uni, fa astajibu lahu”
“man yastaghfiruni, fa aghfiru lahu”

“siapa yang berdoa, akan kukabulkan”
“siapa yang meminta ampunan, akan kuberi”

seruannya lantang kudengar
di antara tawa mengakak para insomniak
di antara deru kipas mainboard yang casing-nya telah rusak
di antara putaran jarum jam yang berdetak

sampai kemudian ia beranjak dari angkasa
menuju singgasana tempat ia bertahta
tak juga kusujudkan wajahku

di pucuk malam itu
jemariku berzikir menulis namanya
dalam rangkaian kelemahan kalimat dan kata

semoga saja ia tahu

Ciputat, 3 Mei 2009

3 thoughts on “Zikir

  1. Ia siapa?
    Klo Tuhan, Dia pasti Maha Tahu, bhkan Ia tahu klo ente sbenarnya ganteng, meski dibuatNya ente -sementara- jomblo tulen (aku gak mau nyiksa teman dg sebutan tdk laku).

    klo Masruroh, gak bakal tau dia klo ngga ada yg nyampein, dan itu (klo ente msh ga PeDe) butuh media spt aku man…(Kurir Berpengalaman).

    Like

  2. Dirimu hadir….. saat aku DIAM…
    DIAM dalam keDIAMan…
    Menatap mesra… lembut dan manja…
    Menggetarkan sang diri yang terlena…

    Lupaaa…… Hilaaaang sudaaah semua perkara….
    Saat sapaaaan dan belaianMU datang
    Tertumpah Rindu hati dalam isak tangis penyerahaaan…
    hmm…. Sungguh indaaah…. tak terkira rasanya…

    Apalah daya ini….
    Lepas sudah… telanjang….
    Semua tertinggaaaal….
    Hidup dalaaam HIDUP….

    Salam Sayang…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s