Pesona Abadi

11 April 2009 § 2 Comments


aku lelaki di pucuk siang
saat surya tak lagi cemerlang
menatap senja coklat gemilang
dengan wajah teduh ia hendak berkandang
ia redup berganti bulan yang akan bertandang

untunglah tak kusebut dirimu surya
jika iya, pastilah senyummu layu
pastilah matamu meredup sayu
digantikan keindahan lain

di sini, aku lelaki yang terpana
bukan oleh pancaran surya
bukan oleh gemilang senja
bukan oleh binar purnama
bukan oleh sekuntum bunga

tapi pesona

Advertisements

Tagged: , , , , , , ,

§ 2 Responses to Pesona Abadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pesona Abadi at Warung Nalar.

meta

%d bloggers like this: