Tawuran Berebut Zam Zam


Friday, 14 November 2008
* Seorang Luka Berdarah
* Jamaah Indonesia Tak Terlibat

Makkah-Surya- Keributan mencekam terjadi pada Rabu (12/10) malam di kota suci Makkah, Arab Saudi. Insiden baku hantam meletup tatkala tiga pemuda menyerang seorang pemuda lain di tengah kerumunan orang yang mengantre air zam-zam, persis di sisi rumah kelahiran Nabi Muhammad SAW di kawasan Masjidil Haram.

Keributan antarpemuda itu membuat banyak orang berteriak-teriak. Seorang pemuda dalam posisi terdesak, diserang tiga pemuda lainnya. Walau seorang pemuda yang ditawur itu telah mundur, tiga pemuda lainnya tetap menyerang.

Lantaran peristiwa itu terjadi di tengah orang banyak dan menimbulkan suara gaduh serta teriakan keras, polisi yang berada di pos terdekat cepat turun tangan.

Menurut kantor berita Antara, Kamis (13/11), pemuda yang ditawur itu luka berdarah di jidatnya karena kena sabetan sajadah yang digunakan salah seorang pengeroyok.

“Polisi segera mengamankan pemuda yang dikeroyok itu. Tiga pemuda lainnya dan beberapa orang saksi juga dibawa ke pos polisi.

Tanda pengenal para pemuda yang baku hantam itu diambil,” tulis Antara yang melaporkan dari Makkah kemarin sore.

Disebutkan, dalam pengeroyokan tersebut tidak ada calon jamaah haji asal Indonesia yang terlibat. Tiadanya calon jamaah haji Indonesia yang tersangkut juga dibenarkan oleh pejabat Indonesia yang mengurusi haji di Makkah atau Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Zainal Abidin Supie.

“Saya belum dengar insiden itu. Tapi, tidak mungkin ada calon jamaah haji Indonesia yang terlibat atau terimbas insiden itu, Sebab, kelompok pertama jamaah Indonesia baru masuk Makkah pada pukul 20.00 waktu setempat (atau pukul 24.00 WIB tadi, red),” kata Zainal saat dihubungi Surya, Kamis (13/11) malam.

Menurut Kadaker Madinah, Ahmad Kartono, rombongan pertama yang berangkat dari Madinah menuju Makkah dan dijadwalkan telah tiba dinihari tadi adalah para calon jamaah haji dari Kelompok Terbang (Kloter) I Surabaya.

“Mereka belum sampai Makkah, masih dalam perjalanan ke sana. Jadi, tidak mungkin ada jamaah Indonesia dalam insiden air zam zam itu,” tandas Ahmad Kartono saat dihubungi Surya pukul 19.00 WIB, Kamis (13/11) kemarin.

Menurut Antara, keadaan di kerumunan antrean air zam zam mulai tenang setelah warga yang ribut dibawa ke pos polisi setempat. Sejumlah warga lain terlihat mengelus dada. “Masya-Allah. Masya-Allah. Allahu Akbar” ujar seorang warga Turki.

Keributan tersebut bermula dari saling serobot sejumlah warga setempat untuk mendapatkan air zam-zam dari keran yang tersedia di sisi kanan bangunan tempat kelahiran Nabi Muhammad. Wartawan Antara yang ikut dalam antrean tersebut menyaksikan bagaimana agresifnya sejumlah pemuda yang menyerobot dan menggeser penampung air milik orang lain.

Pada umumnya, para pengantre yang datang dari negara lain tertib menunggu giliran. Tapi tidak demikian halnya dengan sejumlah pemuda setempat. Mereka main serobot. Rupanya, ulah main serobot itu membuat kesal pemuda lain yang juga warga setempat. Akibatnya, terjadilah perkelahian tersebut.

Tidak seperti warga dari mancanegara yang taat aturan dan tertib antre di keran pengisian air zam-zam, penduduk setempat (yang bisa dikenali dari wajahnya) malah mengambil air dalam jumlah banyak. Biasanya, mereka akan menjual air zam-zam hasil tampungan tersebut di tempat lain. Padahal pemerintah Arab Saudi melarang keras jual beli air zam-zam.

Di kawasan Masjidil Haram sendiri bertebaran tempat pengambilan air zam-zam, yang digunakan sebagai air minum di tempat. Kalau ada yang mengambil dalam botol air kemasan, petugas biasanya membiarkannya.

Para pendatang biasanya berupaya mengumpulkan air zam-zam untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Mereka akan mengumpulkan air itu sedikit demi sedikit dengan mengambil air dengan botol air mineral. Air yang di botol itu akan dipindahkan ke jeriken ukuran beberapa liter yang disimpan di pondokan.

Bagi orang yang beribadah haji, terasa kurang lengkap jika tak membawa air zam-zam ke tanah air sebagai oleh-oleh. Air zam-zam diyakini oleh umat Islam membawa keberkahan bagi yang meminumnya.

Sumur zam-zam terletak sekitar 11 meter dari Ka’bah. Diperkirakan air ini setiap hari dipompa sekitar 11 sampai 18,5 liter per detik. Dari mata air ini terdapat celah ke arah Hajar Aswad dengan panjang 70 cm dan tinggi 30 cm, di samping celah lainnya yang menghasilkan air.

Menurt Kadaker Makkah, Zainal Abidin Supie, suhu di kota suci itu kemarin terbilang bersahabat bagi calon haji Indonesia, bahkan terasa sejuk. Suhu tertinggi pada siang hari mencapai 32 derajat Celcius, sedangkan malam hari 28 derajat Celcius.

Di Madinah, suhu tergolong dingin karena siang hari cuma 22 derajat Celcius dan malam hari bisa mencapai17 derajat Celcius.

“Yang jelas, diperkirakan puncak ibadah haji nanti terjadi saat musim dingin tiba di Saudi. Karena itu, sejak dari tanah air jamaah selalu disarankan untuk tidak lupa membawa baju tebal,” jelas Zainal.

Sementara itu, hingga kemarin sebanyak 136 Kloter yang terdiri atas 53.375 jamaah Indonesia telah tiba di Arab Saudi melalui Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz di Jeddah, dan melalui Bandara Pangeran Muhammad Bin Abdul Aziz di Madinah.

Menurut Koordinator Markas Besar Teknis Urusan Haji, Fahmi Ali Badri Umar, sebanyak 60 Kloter dengan 19.171 orang masuk melalui bandara di Jeddah dan 76 Kloter dengan 34.204 orang masuk melalui Madinah.

“Dari keseluruhan jamaah yang telah tiba di Arab Saudi, lima orang di antaranya meninggal dunia. Satu orang meninggal dunia di atas pesawat, satu orang meninggal dunia di Masjid Nabawi dan tiga lainnya meninggal dunia di pemondokan jamaah di Madinah,” kata Fahmi di Jeddah.

Untuk kemarin saja, sebanyak 18 Kloter dijadwalkan tiba di Arab Saudi sejak pukul 01.55 sampai 24.00 waktu setempat.ant/ sko

7 thoughts on “Tawuran Berebut Zam Zam

  1. Duh Gusti… kenapa pula mereka yang sedang beribadah kepada-Mu itu?! air zam-zam yang memiliki nilai-nilai sejarah sangat tinggi telah turun derajat dengan hanya menjadi mitos yang dikeramatkan…

    Like

  2. Niat Ibadah Hajinya perlu di Luruskan tuh, untungnya kaga ada jamaah indonesia yg ikut ribut, padahalkan di indonesia juga lagi sering ribut, mulai dari masalah pilkadot (eehh.. salah itu mah nama poon hias) PILKADA, ribut antar kampung ,dll. Untung jamaah kita tertib di sana (meski kadang orang indonesia engga tertib di negerinya sendiri).
    eh, ngomong2x bang/mas/mba…artikelnya bagus, boleh engga saya copy (tentu saya sebutin sumbernya)….,ya..

    Like

  3. No wonder why the Arab country never-ever win agains the Israeli, cuma bisa cuap2 doang dan dagang zam2 atau ke Cibulan, udah dari sononya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s