Ketawa Ketiwi


Prakarya

Pada waktu pelajaran prakarya tiba, Tini menyerahkan hasil prakaryanya kepada Pak Guru.

“Pak, ini hasil prakarya saya. Saya membuat rumah-rumahan, Pak.”

“Kok hanya triplek selembar begini? Mana rumahnya?”

“Sudah digusur, Pak. Jadi yang saya serahkan pada Pak Guru ya sebidang
sisa rumahnya saja.”

Menjaga Rumah

Lenny pergi berlibur dan meminta Bobby menjaga rumahnya. Sekitar seminggu kemudian, Lenny menelepon rumah dan bertanya, “Bagaimana
kucingku?”

Bobby ragu dan dengan sedih memberitahu Lenny bahwa kucingnya mati.

“Apa?! Kamu seharusnya jangan memberitahuku dengan cara seperti itu!
Kamu harus memberitahuku dengan lebih halus dan pelan-pelan. Saat aku telepon, harusnya kamu bilang bahwa kucingku ada di atap. Lalu saat aku menelepon lagi, harusnya kamu bilang bahwa tidak ada yang bisa dilakukan untuk menurunkannya. Ketiga kalinya aku telepon, harusnya kamu bilang bahwa kamu sudah mencoba menurunkannya, tapi ia jatuh dan
mati,” jelas Lenny.

Bobby meminta maaf dan melanjutkan hari-harinya.

Sekitar seminggu kemudian, Lenny menelepon lagi dan bertanya,
“Bagaimana keadaan nenekku?”

Setelah terdiam agak lama, Bobby kemudian menjawab, “Hmm …, dia ada
di atap ….”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s