Narasi Tarhib Ramadhan


Kalau kita mengajak saling baik, saling benar, saling enak satu sama lain, itu bukanya kita, kok, mau jadi malaikat. Nggak juga. Kita ga akan jadi malaikat. Tapi, bukan berarti kita lantas mau jadi setan. Kita tidak bisa sesuci malaikat, sebenar malaikat, sebaik malaikat. Tapi kita juga tidak punya cita-cita selaknat setan, sedurhaka setan, dan sekalap setan.

Malaikat itu mahluk statis. Meski pun dia diletakkan atau hadir di tempat pelacuran, tempat perjudian, tempat minum-minum, dia tetap baik yang dilakukan. Setan juga mahluk statis, meski dia hadir di masjid, di kuil di gereja, tetap saja jelek yang dia lakukan.

Sementara kita di tengah-tengahnya. Kita memiliki pilihan. Kita memiliki dua kemungkinan untuk kita pilih; menuju kebaikan atau menuju kebrengsengkan. Maka, di tengah-tengah pertengkaran terus menerus antara golongan A dengan golongan B, di tengah benturan yang tidak selesai-selesai antara kelompok satu dengan kelompok yang lain, di tengah perang frontal atau perang dingin di dalam batin antara aliran satu dengan aliran yang lain, di tengah ketidak-relaan, ketidak-ridlaan, ketidak-ikhlasan antara satu dengan manusia yang lain, insyaallah, saya yakin seyakin-yakinnya, bahwa kita akan memilih untuk menggerakkan diri kita semua ini bersama-sama sebagai satu bangsa menuju sesuatu yang lebih baik, menuju kerendah-hatian satu sama lain, menuju sikap untuk mau mengalah satu sama lain, untuk menomor-satukan yang terbaik bagi kita bersama-sama, bukan yang terbaik bagi A, terburuk B, bukan yang terbenar bagi C, terburuk bagi D dan sebagainya. Saya yakin, kita akan memilih yang terbaik. Happy end. Khusnul khatimah.

Kecuali kita berpihak kepada kebodohan, kita berpihak kepada kekerdilan, kita berpihak kepada kesempitan dan melapetaka. Ya, satu-satunya jalan, saya kira, mawas diri. Mau membuat diri kita ini pas. Kalau lebih, kita bikin pas, kalau kurang kita bikin pas. Bahasa Indoneisanya, “mawas diri”. Taubah… tobat…

~ Narasi musikal Cak Nun (Emha Ainun Najib) diiringi backsound shalawatan Kyai Kanjeng ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s