Digital; Mudah & Sulit Seketika


al-maktabah al-syamilah; ga bisa diinstall lagi. Tinggal kenangan!

Dosen ilmu tauhid (teologi) saya di UIN Jakarta, pernah bercerita, pada saat masih kuliah di timur tengah dulu, ia perlu waktu berbulan-bulan untuk sekedar mencari sumber satu hadis, sekaligus menentukan status hukumnya (shahih, hasan, dlaif dsb), yang dalam ilmu hadis dikenal dengan takhrij al-hadis. Ia harus melakukan “perburuan” dari satu perpustakaan ke perpustakaan lain, membolak-balik (mungkin) puluhan kitab.

Meski tidak “separah” dosen saya itu, pada masa awal kuliah di Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus Sunnah, saya juga pernah melakukan hal yang sama, dan tidak sampai berbulan-bulan (hanya beberapa minggu). Mendadak saya rajin ke perpustakaan kampus atau perpustakaan umum, membolak-balik beberapa kitab, untuk menentukan status satu hadis, sebagai tugas di pesantren khusus mahasiswa itu.

al-maktabah al-alfiyah; terserang virus. Didelete aja!

Tapi, itu dulu, sebelum ada “pustaka digital” (sekedar menyebut contoh yang saya punya atau yang saya tahu, ada “maktabah syamilah” edisi 1 & 2, “maktabah alfiyah”, “hadits syarif”, dsb). Dengan pustaka digital itu, men-takhrij satu hadis bisa selesai dalam hitungan jam. Kawan saya pernah menyelesaikan puluhan hadis hanya dalam hitungan hari. Dan semua itu dilakukan tanpa harus keluar rumah, apalagi masuk ke perpustakaan, sebab semuanya dilakukan di komputer. Tinggal klak-klik, klak-klik, jebrettt!!! Keluarlah hasilnya.

Pustaka digital hanya memberikan kecepatan, kemudahan dan efiseinsi (waktu, tenaga, dan biaya) yang tak dijumpai jika melakukannya secara “manual”. Dan pengetahuan tentang ilmu takhrij hadis tetap mutlak diperlukan, meski media yang digunakan adalah pustaka digital sekali pun.

alquran digital; satu-satunya pustaka digital yang masih oke!

Namun, seperti kalimat andalan Dorce, “Kesempurnaan hanya milik Allah”. Kekurangan paling rawan dari pustaka digital adalah jika komputer di mana pustaka itu berada terserang virus (meski tidak semua virus komputer merusak program semacam itu). Itulah yang terjadi dengan beberapa program pustaka digital di komputer saya. Dari empat program pustaka digital yang ada, saat ini hanya satu yang masih normal, tiga yang lain sudah “teler”, tidak bisa di-install lagi (master dari program-program digital itu saya simpan di komputer, dan telah rusak). Saya menduga, itu terjadi akibat hantaman bertubi-tubi virus-virus yang pernah bersarang di komputer saya. (Seorang kawan bercerita, salah seorang sahabatnya kesal bukan kepalang, saat skripsi yang tinggal “sentuhan akhir” hilang sama sekali tak berbekas, sebab masalah yang ada di komputernya. Mungkin virus atau hal teknis yang tidak bisa dijelaskan, karena tidak tahu).

Padahal, program-program pustaka digital itu telah menjadi andalan saya. Saya seperti sudah memiliki ketergantungan yang erat terhadap program-program itu.

Tapi, ya, begitulah. Era digital memang memberikan kemudahan seketika pada satu sisi, dan pada sisi yang lain kesulitan seketika pula jika benda digital yang telah menjadi andalah itu rusak.

One thought on “Digital; Mudah & Sulit Seketika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s