Musibah & Derita


Tulisan ini bermaksud menyentuh sisi terdalam seorang manusia ketika harus menghadapi musibah.

Musibah dan Derita

Musibah adalah suatu keniscayaan dalam kehidupan dunia. Keniscayaan ini dijadikan oleh Tuhan sebagai instrumen penguji bagi sifat kehambaan dan keimanan seseorang kepada-Nya, sebagaimana halnya sebuah kenikmatan. Tuhan tidak saja menguji hamba-Nya dengan limpahan nikmat, untuk mengetahui kadar syukur yang dimilikinya, tapi juga dengan musibah untuk mengetahui kadar kesabarannya. Syukur dan sabar itulah hasil ujian yang dituntut oleh Tuhan.

Musibah dan penderitaan memiliki kaitan yang erat, walaupun pada dasarnya adalah dua hal yang tidak selalu identik.

Musibah (juga anugerah) adalah suatu keniscayaan dalam hidup dan muncul di luar kendali manusia, seperti yang Tuhan contohkan dalam Alquran, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita bahagia kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155). Ketika Tuhan telah mentakdirkan musibah kepada hambanya, maka tidak ada yang dapat menampiknya.

Sedangkan penderitan (juga kebahagian) adalah sebuah pilihan dan muncul dari subyektifitas jiwa, karenanya ia ada dalam kendali manusia. Rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, kematian dan musibah-musibah lainnya, bagi sebagian orang dapat menjadi derita, tapi boleh jadi tidak demikian bagi sebagian yang lain. Sebaliknya, keberlimangan harta, kehidupan yang sejahtera, popularitas, bagi sebagian orang dapat mendatangkan kepuasan, tapi boleh jadi tidak bagi yang lain. Sebab, kebahagiaan dan penderitaan bukan terletak pada suatu materi dan tubuh, namun pada jiwa. Di jiwa kitalah bahagia dan derita dikendalikan.

Lanjut ayat di atas, “ (orang-orang yang sabar) yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka akan berucap innalillahi wa inna ilahi raji’un (sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada-Nya kita kembali).” (QS. Al-Baqarah: 156).

Pada ayat ini sesungguhnya Tuhan telah memberikan kunci untuk membuka kebahagian jiwa, hatta saat ditimpa musibah sekalipun. Kunci itu adalah pengakuan dan kesadaran bahwa kita dan apa yang ada pada diri kita seutuhnya adalah hak Tuhan. Kunci itu akan membimbing kita dalam keadaan apapun, yaitu bersabar ketika ketika ditimpa musibah dan bersyukur ketika mendapat nikmat. Bagi orang-orang seperti ini (bersabar), musibah tidak akan menjadi derita.

Penderitaan atas musibah dan masalah hanya dirasakan oleh orang-orang yang tidak memiliki kesabaran. Dengan kata lain, orang yang tidak bersabar sesungguhnya telah memilih penderitaannya.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Anas bin Malik dalam Shahih-nya, suatu ketika Rasul sedang jalan-jalan, dan menjumpai seorang perempuan sedang menangis di samping gundukan tanah kuburan, larut dalam kesedihan karena kehilangan orang yang dicintainya. Melihat kemalangan yang menimpa perempuan tersebut, Rasul mendekat dan menasihatinya, “Bertakwalah kepada Tuhan dan bersabarlah!”

Bukannya menuruti nasihat Rasul, perempuan itu justeru marah dan menyuruh Rasul pergi. “Pergilah menjauh dariku! Kau tidak merasakan deritaku!” Rasul pun pergi meninggalkan perempuan malang itu. Si perempuan tidak tahu jika yang menasihatinya adalah Rasulullah. Setelah tahu bahwa yang menasihatinya adalah Rasul, perempuan tersebut segera mendatangi rumah Rasul. “Aku tidak tahu kalau waktu itu adalah Engkau,” kata perempuan itu kepada Rasul.

Kemudian beliau bersabda, “Sabar yang sempurna adalah sesegera mungkin setelah tertimpah musibah.”

Kesabaran adalah modal mental untuk menyelesaikan masalah. Jika kesabaran tidak menyelesaikan masalah, maka ketidaksabaran akan menghancurkannya menjadi puing-puing derita. Frustrasi!

Orang yang bersabar akan menjumpai dalam dirinya ketenangan jiwa, dan itulah yang menyebabkannya selalu merasa bahagia. Pun, walau tetap merasakan kesedihan, ia tidak akan dibuatnya menderita. Sungguh, satu kedalaman rasa yang tidak mudah, bukan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s