Gus Dur Akan Lebih Berterima Kasih Jika FPI Dibubarkan


(diculik dari gusdur.net atas izin dari editornya)

Jakarta, gusdur.net

Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berterima kasih kepada pemerintah karena telah menangkap Ketua FPI Habib Rizieq dan kawan-kawannya yang terlibat dalam penyerangan massa AKK-BB di Monas 1 Juni 2008.

”Rasa terima kasih saya kepada pemerintah yang telah menangkap anggota FPI. Tapi akan lebih berterima kasih lagi jika FPI dibubarkan oleh pemerintah.”

Demikian Gus Dur saat menggelar jumpa pers di Gedung PBNU, Kamis (5/5/2008). Tampak mendampinginya tokoh pro demokrasi Asmara Nababan, Direktur Eksekutif the Wahid Institute, yang juga salah satu korban FPI, Ahmad Suaedy.

Dia mengungkapkan alasannya menuntut pembubaran, karena FPI telah berulangkali melakukan kekerasan. ”Mereka telah berulang kali melakukan pelanggaran hukum dan undang-undang.”

Diakuinya sudah lebih lima tahun dirinya meminta pemerintah membubarkan organisasi-organisasi penebar kekerasan, tapi tidak digubris pemerintah. ”Kalau pemerintah tidak membubarkan, ya kita bubarkan sendiri,” kata Gus Dur.

Menurut Gus Dur, tuntutan pembubaran FPI di sejumlah daerah adalah inisiatif masyarakat akibat kekesalan massa terhadap organisasi itu. ”Walaupun saya gak menyuruh mereka, tapi begitulah kenyataannya,” ungkapnya.

Dia juga menampik jika tuntutan pembubaran itu akan menimbulkan kekerasan baru. ”Tidak ada orang NU yang melakukan kekerasan. Menuntut pembubaran bukan berarti menggunakan kekerasan.”

Kenapa saat Gus Dur menjadi presiden tidak membubarkan FPI? ”Saya bekerja menurut prioritas. Saya berkeliling dunia untuk menjaga Indonesia agar tetap satu.”

Dia juga menyayangkan ada upaya pembelokan masalah, karena kekerasan oleh FPI dikaitkan dengan Penerbitan SKB 3 Menteri tentang pembubaran Ahmadiyah. ”Akan saya tentang di pengadilan. Tidak boleh ada organisasi dibubarkan kalau tidak melakukan pelanggaran hukum seperti FPI, Ahmadiyah mana pernah melakukan kekerasan?.”

Dalam kesempatan itu Gus Dur juga menyayangkan sikap Munarman, pemimpin penyerangan di Monas yang tidak bertanggungjawab. ”Ironis sekali seorang pengacara hukum kok, sembunyi.”

Seorang wartawan menanyakan, ada kemungkinan Munarman disembunyikan oleh seorang jenderal? ”Jenderal ini diperintah oleh seorang pejabat tinggi negara. Saya tahu itu,” jawab Gus Dur.

Atas segala sikapnya ini, Gus Dur mengatakan tidak takut dengan ancaman pembunuhan yang diedarkan di internet. ”Baru diancam mereka aja kok takut. Saya jaman Soeharto diancam bunuh tiga kali.”

Dibikin
Asmara Nababan yang mendampingi Gus Dur juga menyambut baik kerja polisi menangkap Habib Rizieq Cs. ”Kita menyambut baik. Tapi polisi juga harus membuktikan kabar yang beredar bahwa penyerangan oleh massa FPI terhadap massa AKKBB sengaja diarahkan oleh pihak kepolisian. Buktinya polisi sudah tahu akan ada penyerangan.”

Gus Dur menimpali pernyataan Asmara tersebut, ”saya sedikit berbeda dengan Pak Asmara, bukan hanya diketahui oleh polisi tapi dibikin polisi.”

2 thoughts on “Gus Dur Akan Lebih Berterima Kasih Jika FPI Dibubarkan

  1. wahh….aku kq ga setuju ya kalau FPI dibubarkan, honestly…jauh dilubuk hati q..aku malah berterimakasih pada FPI yang secara gencar dan berani menyuarakn Islam. saat orang terlena pada hal keduniawian yang serba permisif, FPI yang mengingatkan. saat orang takut memberantas kemaksiatan di bulan Ramadlan, FPI yang berani menggugah hati dan jiwa-jiwa kita yang lemah.

    secara sederhana….kadangkala umat islam memang butuh organisasi-organisasi yang sedikit ekstrem, yang mampu membela kehormatan kita. soal penyerangan di MOnas 1 Juli lalu, kita tidak bisa menyalahkan FPI seratus persen. karena ditelisik lebih lanjut, penyerangan itu hanya sebagai reaksi atas aksi-aksi sebelumnya (aksi dari kelembekan pemerintah, aksi dari kelemotan umat islam yang lain, dan aksi dari keangkuhan ahmadiyah sendiri).

    saat Islam terpuruk dan diremehkan sedemikian rupanya, kita butuh singa-singa pemberani yang bisa menyelamatkan martabat kita. bahkan jauh di lubuk hatiku yang paling ekstrem, aku juga mengucapkan terim kasih pada Amrozi dkk. walaupun tidak untuk aksi Bali bom blast-nya. tapi untuk keberaniannya menentang kemunkaran dan kemaksiatan.

    maaf sesudahnya….ini free forum kan??? dimana aku bisa menyuarakan isi hatiku….dan maaf juga…suara hatiku ini kan hanya pandangan sederhana yang bila Anda tidak setuju dengan pendapatku, Anda akan mudah men-delete-nya serta melupakannya. gampang kan??

    waduh yang kedua….kenapa lagi dengan gus ku yang satu ini. kenapa sih gus Dur selalu merilis pernyataan-pernyataan yang provokatif, apakah aku terlalu awam untuk mengerti jalan pikiran beliau???
    ah masak sedangkal itu sih jawabannya??? (jawaban-jawaban yang selalu dilontarkan oleh para pengikut setianya)…

    GUs….think before you leap…!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s