Tuhan Dalam Bingkai Teks


Di Mana Tuhan?

Beberapa teks literal Alquran dan hadis menyebut posisi Tuhan yang berdiam pada suatu tempat. Sebut saja teks yang barangkali sudah sangat populer dalam teologi Islam seperti di bawah ini,

“Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas `Arsy.” (Thaha: 5).

Rasul pernah mengajukan pertanyaan menguji kepada salah seorang sahabat, “Di mana Allah?” Sahabat itu menjawab, “Dia ada di langit”. Jawaban itu dibenarkan oleh Rasul. (HR Muslim, Nasa’i, dan Abu Daud dari Muawiyah bin Hakam).

Dan pada suatu waktu, Dia beranjak dari kediaman-Nya menuju ke tempat yang lain untuk suatu “keperluan”,

“Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit.” (Al-Baqarah: 29).

Setelah itu, Dia kembali ke “peraduan-Nya”,

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy.” (Al-A’raf: 54. Ayat ini juga menjadi penggalan ayat dalam surat Yunus: 3).

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kalian lihat, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy.” (Ar-Ra’d: 2).

Dia bukan “sosok rumahan” yang hanya senang berdiam diri asyik di “dunia atas”, tapi kerap turun ke “dunia bawah”, sebagaimana penuturan Rasul,

“Tuhan kita selalu turun ke “langit dunia” pada tiga paruh malam terakhir, dan memberikan tiga penawaran; pertama, siapa saja yang mau berdoa kepada-Nya, akan Ia kabulkan. Kedua, siapa saja yang meminta kepada-Nya, akan ia berikan. Dan yang ketiga, siapa saja yang meminta ampun kepada-Nya, akan Ia kabulkan.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmizi, Abu Daud, dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Dia juga selalu berjalan beriringan dengan kita, manusia, kapan pun dan di mana pun,

“Dia bersama kalian di mana pun kalian berada.” (Al-Hadid: 4).

Bukan hanya itu, Dia juga “bergaul” erat dengan kita. Sikap baik kita kepada-Nya, akan berbalas kebaikan melebihi kebaikan yang kita berikan,

“Aku akan selalu bersama orang yang selalu ingat kepada-Ku. Jika orang itu melangkah kepadaku hanya sejarak satu jengkal, Aku akan melangkah kepadanya sejarak satu tangan. Jika orang itu melangkah kepadaku sejarak satu tangan, Aku akan melangkah kepada-Nya sejarak dua tangan. Jika orang itu mendekat kepadaku dengan berjalan, aku akan menyusulnya dengan berlari.” (HR Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah).

Saking erat, tanpa kita sadari, Dia telah menyatu dengan jasad kita,

“Aku lebih dekat kepada manusia dari pada urat lehernya sendiri.” (Qaf: 16).

Jadi, di mana Tuhan?

Tuhan bersemayam di Arsy… Tuhan melayang di langit… Tuhan ada di “langit dunia”… Tuhan berada dekat lebih erat ketimbang urat leher kita… Tuhan ada dalam ingatan kita… Tuhan ada di mana kita berada… Kita berada di mana Tuhan ada… Tuhan ada di mana-mana… Tuhan ada dalam lintasan teks…

*Tulisan ini akan dilanjutkan dengan versi urai pada posting selanjutnya dengan judul “Mengurai Teks Yang Membelenggu Tuhan”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s