Kekuatan Pikiran


oleh Juman Rofarif

the-secret.jpg

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwasanya Allah SWT telah berfirman, “Ana ‘inda dzanni abdi bi; Aku kuasa melakukan apa pun yang terbesit dalam benak hambaku.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Jika dalam benak dan pikiran sesorang terbesit bahwa dia akan berhasil dalam melakukan sesuatu dan bersikap optimis, maka yakinlah Allah akan membatu pekerjaan itu. Sebaliknya, jika seseorang selalu pesimis atas apa yang dilakukannya, maka kegagalan akan menjadi bayang-bayang.

Inilah kekuatan pikiran yang dimiliki oleh manusia yang menjadi kekuatan lain bagi dinamika kehidupan manusia.

Seorang sarjana perempuan Barat bernama Rhonda Byne menulis sebuah buku berjudul The Secret. Dalam bukunya itu dia mengungkap sebuah rahasia besar kehidupan, yaitu hukum tarik menarik yang berpusat pada pikiran

Hukum tarik menarik mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Ketika seseorang memikirakan suatu pikiran, ia juga menarik pikiran-pikiran serupa kepada dirinya. Ketika seseorang memikirkan hal-hal yang tidak disukainya dan selalu berpikir buruk, hukum tarik menarik segera mendatangkan lebih banyak pikiran yang serupa kepada dirinya. Ia sama saja sedang menarik kondisi buruk. Jika pikiran-pikiran semacam itu terus dipelihara, maka kondisi akan semakin memburuk.

Hukum tarik menarik adalah hukum alam (sunnatullah). Hukum ini tidak memilih dan tidak memandang sesuatu sebagai sesuatu yang baik atau sesuatu yang buruk. Ia hanya menerima setiap pikiran seseorang dan memantulkannya kembali kepadanya sebagai pengalaman hidup. Hukum tarik menarik sekadar memberikan kepada seseorang hal-hal yang dipikiran olehnya.

Hal itu dikarenakan pikiran bersifat magnetis dan memiliki frekuensi. Apa yang dipancarkan oleh pikiran akan terkirim ke semesta, dan secara magnetis pikiran akan menarik semua hal yang berada dalam frekuensi yang sama. Segala sesuatu yang yang dikirim ke luar oleh pikiran akan kembali ke sumbernya, yaitu kita sendiri.

Maka tugas kita sebagai manusia adalah memelihara pikiran-pikiran baik yang kita inginkan, memperjelas apa yang kita inginkan di dalam benak, dari situ kita mulai membangun salah satu hukum terbesar di semesta. Maka, sesungguhnya kondisi kehidupan kita sekarang ini adalah cerminan dari pikiran-pikiran di masa lalu. Pikiran-pikiran baik yang terpelihara dalam pikiran kita saat ini adalah kondisi baik di masa yang akan datang.

Pada tiga hari sebelum wafat Nabi Muhammad SAW pernah berpesan kepada para sahabat, “La yamutunna ahadukum illa wahuwa yuhsinu al-dzanna billahi ‘azza wa jalla: Jangan sekali-kali salah satu dari kalian meninggal kecuali selalu berpikir positif kepada Allah ‘azza wa jalla.” (HR Muslim dari Jabir bin Abdillah).

Barangkali bisa dikatakan bahwa hukum tarik menarik merupakan penjelasan sekuler dan rasional dari kedua hadis Nabi di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s